Baru 17 Desa di Karimun Cairkan Alokasi Dana Desa

888
Pesona Indonesia
ilustrasi dana desa Foto: istimewa
ilustrasi dana desa Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) dan Kesatuan Bangsa (Kesbang) mencatat, baru 17 dari 42 desa yang melakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD)-APBD 2016. Sedangkan 11 desa lagi, sudah lengkap proposalnya hanya tinggal menunggu tanda tangan Bupati. Sisanya 14 desa lagi belum menyelesaikan proposal pencairan.

”Baru 17 Desa yang sudah menggunakan ADD-2016, untuk membiayai operasional Desa, gaji dan sebagainya. Syarat untuk pencairan ADD harus diketahui oleh tim verifikasi dari kecamatan setempat melalui kasi PMD,” jelas Kabid Pemdes BMPMD dan Kesbang Karimun, Hj Khairita, di ruang kerjanya kemarin (20/4).

Sedangkan, untuk pencairan Dana Desa (DD) dari Pusat sebesar Rp 27,5 miliar yang direncanakan awal April belum dapat direaliasasikan. Hal ini, dikarenakan dari pusat belum mentransfer ke Pemda Karimun. Untuk tahun 2016 ini, tahapan pencairan DD dilakukan 2 kali setahun, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia no.49/PMK.D7/2016 tentang tata cara alokasi dana desa.

”Untuk tahap pertama 60 persen dan tahap kedua di bulan Agustus nanti 40 persen. Sementara dari ADD disesuaikan dengan proposal yang telah diajukan oleh masing-masing desa,” ungkapnya.

Sementara ADD yang digelontorkan dari Pemda Karimun melalui APBD-2016, sebesar Rp14,1 miliar untuk 42 desa. Sedangkan penggunaan DD dari pusat, tetap seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu untuk pembangunan infrastruktur, pembangunan posyandu, penerangan, rehab kantor desa, pembenahan objek wisata di wilayah desa, pemberdayaan masyarakat dan lainnya. Maupun, pelatihan bagi pemuda, pelatihan kelompok usaha masyarakat dan pengembangan jalan.

”Pokoknya, DD yang dikucurkan oleh pusat harus benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat desa itu sendiri secara langsung. Sedangkan, ADD dipergunakan untuk meningkatkan pelayanan publik,” ucapnya.

Secara umum, Kabupaten Karimun kalau digabung anggaran DD dan ADD mencapai Rp 41,7 miliar. Atau rata-rata setiap desa mendapatkan sekitar Rp1 miliar. ”Saya berharap, agar sumber daya manusia di desa ditingkatkan. Apalagi 29 desa sedang memilih kades yang baru. Ingat anggarannya cukup besar yang di kelola setiap desa, harus dapat di pertanggungjawabkan,” pesannya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar