Dua Pencuri Ditangkap Polisi, salah satunya Resedivis

528
Pesona Indonesia
Polisi menunjukkan dua pelaku pencurian dan barang bukti saat ekpose di Polsek Tanjungpinang Timur. foto:osias de/batampos
Polisi menunjukkan dua pelaku pencurian dan barang bukti saat ekpose di Polsek Tanjungpinang Timur. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – EW (32) dan SN (40), dua pelaku pencurian dengan pemberatan di empat lokasi di wilayah kota Tanjungpinang, ditangkap Jajaran Polsek Tanjungpinang Timur di dua tempat berbeda, pada Senin (18/4), sekitar pukul 14.00 WIB. Dari tangan pelaku polisi berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti hasil kejahatannya.

Penangkapan terhadap kedua pencuri tersebut dilakukan polisi setelah menerima laporan dari korban atas nama Sukiat, yang rumahnya di bobol pelaku pada hari Senin (18/4) sekitar pukul 02.00 WIB, yang langsung ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih kurang lima jam.

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Effendri Ali mengatakan penangkapan pertama dilakukan pihaknya terhadap SN yang saat itu sedang berada di rumahnya. Dari SN pihaknya pun kemudian berhasil menangkap EW di tempat kerjanya.

”SN ini residivis kasus yang sama, mereka ini sudah menjalankan aksinya sebanyak empat kali di antaranya di Kampung Sidomulyo batu 13 dua kali, Kampung Wonoyoso batu 8, Jalan Cenderawasih batu 8,” ujar Efendri Ali saat ekspose kasus tersebut di kantornya, Rabu (20/4).

Dikatakan Efendri, dalam menjalankan aksinya modus yang digunakan pelaku yakni mencongkel jendela rumah korbannya. SN lah yang masuk ke rumah korbannya, sedangkan EW berperan menjemput SN jika sudah selesai menjalankan aksinya. ”Jadi SN yang beraksi, setelah berhasil dia menghubungi EW untuk menjemputnya,” kata Efendri.

Dilanjutkan Efendri, selain mengamankan kedua pelaku, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti hasil kejahatan pencuri tersebut diantaranya dua unit laptop, lima handphone, satu kunci yang sudah dimodifikasi untuk mencongkel, satu unit sepeda motor Tiger dan uang tunai 143 ribu.

”Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” ucap Efendri.

Sementara itu, tersangka SN yang mengaku sudah dua kali masuk penjara karena kasus serupa mengatakan nekad mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. ”Saya terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Sedangkan tersangka EW mengaku ikut mencuri karena diajak SN. Ia mengatakan uang hasil mencuri yang dilakukan mereka juga dihabiskan bersama dengan berfoya-foya di lokalisasi batu 15. ”Saya diajak dia (SN), saya juga baru tinggal di Tanjung Unggat,” ucapnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar