Polisi Kekurangan Alat Bukti, Jessica Bisa Segera Bebas

679
Pesona Indonesia
Jessoca Kumala Wongso. Foto: dokumen JPNN.Com
Jessoca Kumala Wongso.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Kasus pembunuhan “Kopi Sianida” yang telah menggegerkan tanah air beberapa waktu lalu hingga kini tak kunjung rampung. Waktu yang dimiliki penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam melengkapi berkas tersangka Jessica Kumala Wongso (27) kian mepet.

Kurangnya alat bukti yang diperoleh polisi diduga menjadi penyebab terkatung-katungnya kasus tersebut.

Seperti dilansir INDOPOS (Jawa Pos Group), penyidik kini hanya punya satu kesempatan lagi mengajukan perpanjangan penahanan selama 30 hari. Yakni per 28 April 2016 hingga 28 Mei 2016. Setelah itu, Jessica harus bebas demi hukum jika penyidik tak juga mampu melengkapi berkas perkaranya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal menjelaskan, sebenarnya penyidik hendak menyerahkan berkas perkara itu pada Selasa (19/4). Namun, pihak Kejati ada kegiatan, sehingga ditunda sehari.

”Jadi seharusnya hari ini sudah diserahkan penyidik ke pihak kejaksaan. Tapi saya belum tahu kepastiannya. Nanti kalau sudah diserahkan pasti kami beritahu,” terang Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/5).

Iqbal mengatakan, pihaknya masih punya hak mengajukan perpanjangan masa penahanan ke pengadilan untuk 30 hari lagi. Yakni terhitung mulai 28 April 2016 hingga 28 Mei 2016.

Iqbal yakin, dalam sisa waktu tersebut pihaknya mampu memenuhi semua petunjuk jaksa dalam melengkapi berkas perkara. Sehingga tepat pada saatnya berkas perkara itu bisa naik status menjadi P21.

”Doakanlah agar penyidik bisa melengkapi berkasnya, dan kami berkeyakinan kalau berkas itu akan P21,” ujarnya.

Di sisi lain, Yudi Wibowo Sukinto, pengacara Jessica mengatakan hingga saat ini faktanya penyidik tidak bisa menampilkan alat bukti yang kuat yang menunjukkan Jessica memasukkan sianida ke dalam kopi Mirna.

”Jadi kami berharap Jessica bebas demi hukum, karena tidak ada alat bukti dia menaruh atau menyuruh orang memasukkan racun sianida seperti yang disampaikan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti,” lontar Yudi. (ind/yuz/JPG)

Respon Anda?

komentar