Pemko Tanjungpinang Jajaki Bawang dan Cabai di Yogyakarta

392
Pesona Indonesia
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Riono. foto:yusnadi/batampos
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang, Riono. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang tengah menjajaki kelompok tani di tiga kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulonprogo.

Penjajakan dilakukan dalam upaya menjalin kerja sama dengan Provinsi DIY untuk mendistribusikan komoditas bawang dan cabai langsung ke Kota Tanjungpinang. Itu dilakukan untuk memotong jalur distribusi, supaya komoditas tersebut diperoleh masyarakat Kota Tanjungpinang dengan harga lebih murah.

“Alhamdulillah Pemrov DIY melalui Dinas Pertanian Provinsi DIY menyambut baik rencana kita,” ujar Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang, Riono, Rabu (20/4).

Selain itu, kata Riono, kelompok tani yang telah dikunjunginya juga menyambut baik rencana Pemko Tanjungpinang. “Kelompok tani ini lebih senang bekerja sama dengan pemerintah, karena mereka juga memperoleh keuntungan,” ujarnya.

Setelah penjajakan kelompok tani di Provinsi DIY, Riono akan melaporkan hasil penjajakan kepada Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

Tidak sampai disitu, lanjutnya, pihaknya juga harus mendudukkan persoalan kargo. Karena harga kargo juga berdampak terhadap harga barang nantinya.

Dalam hal pengangkutan komoditas, kata Riono, pihaknya akan menggandeng maskapai penerbangan Garuda Airlines. “Sabtu (23/4) nanti saya baru pulang dari Yogyakarta, dan segera akan mendudukkan dengan Garuda,” ujarnya. “Setelah semua fix, baru kita menjalin MoU (Memorandum of Understanding) dengan Yogyakarta,” ujarnya.

Riono berharap, upaya yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang baik. “Jika harga murah dan relatif stabil, maka inflasi dapat kita tekan,” ujarnya.

Selain Yogyakarta, kata dia, beberapa daerah penghasil lain, seperti Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Jambi. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar