Rahman Bantah Ezy Petugas BNNK Karimun

459
Pesona Indonesia
Kepala BNNK Karimun AKBP TA Rahman, saat memaparkan program "Bang Wawan" untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Foto: istimewa
Kepala BNNK Karimun AKBP TA Rahman, saat memaparkan program “Bang Wawan” untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Karimun, AKBP TA Rahman membantah kalau Ezy yang ditangkap karena terlibat narkoba merupakan petugas BNNK Karimun. Melainkan, Ezy merupakan pegawai RSUD Karimun.

“Ezy, bukan petugas BNNK Karimun. Tapi dia (Ezy, red), adalah perawat RSUD yang diperbantukan di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL),” tegas Rahman, Rabu (20/4) kemarin.

IPWL adalah pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika. Intitusi atau lembaga ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pasal 55.

“Jadi, Ezy bukanlah petugas BNNK Karimun. Tapi petugas IPWL bentukan RSUD,” ingatnya.

Keterlibatan Ezy pada penyalahgunaan narkotika, mendapat respon negatif Bupati Karimun. Menyusul ditangkapnya petugas IPWL oleh pihak berwajib pada awal April lalu. Sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN), seharusnya yang bersangkutan dapat memberikan contoh dan bersama-sama memberantas peredaran narkoba.

“Kita sangat menyayangkan dan kesal dengam perbuatan tersebut. Meski demikian, apa yang dilakukan oleh Ezy dapat dijadikan contoh untuk pegawai lainnya agar jangan pernah terlibat dengan narkoba. Karena, ancaman hukumannya tidak ringan,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar