Romantisnya Pernikahan Ini, Robin Jemput ‘Cinderella’ Pakai Kereta Kuda

14406
Pesona Indonesia
Robin, pengantin pria menjemput mempelai wanita dengan kereta kuda. foto:istimewa
Robin, pengantin pria menjemput mempelai wanita dengan kereta kuda. foto:chachay/batampos

batampos.co.id – Kisah klasik dongeng Cinderella masih saja jadi inspirasi di era teknologi sekarang ini. Kalau dongeng mengisahkan Cinderella yang pergi ke pesta kerajaan, tapi di 2016 ini, Robin sang mempelai pria-lah yang pergi menjemput Cinderella-nya, Riyanti menggunakan kereta kuda dari blok 4 di Nagoya menuju perumahan Sakura Garden di Seipanas, Rabu (20/4) malam lalu.

Pintu masuk Blok 4 Nagoya tampak ramai oleh warga. Mereka terlihat antusias melihat hal unik di depan mereka, dimana ada satu kereta kuda yang dihias penuh bunga. Di depan kereta kuda itu, dengan kokoh dua kuda lainnya berdiri dipegang dua pengawal berpakaian tuksedo dan topi khas koboi, lengkap bersarung tangan.

“Pak Robin pake ini (kereta kuda, red) menjemput pengantin perempuan di rumahnya di Seipanas,” ujar salah seorang tamu undangan, Kevin ketika ditemui di sela-sela acara.

Di dalam rumah berlantai tiga itu, keluarga mempelai pria sudah ramai. Ruang tamu dihias dengan dinding merah khas perayaan cik sing nang atau cik sinyo alias seremoni detik-detik mempelai pria menjemput mempelai wanita untuk dibawa kembali ke rumah bersama.

Naik ke lantai dua, belok kiri. Disitulah kamar mempelai berada. Tempat tidur berbalut sprei merah khas pengantin baru umumnya warga Tionghoa langsung menjadi pemandangan. Mengapa tidak, di atasnya sudah terletak seserahan bernilai lebih dari ratusan juta. Seserahannya sangat mewah. Apa saja? ada beberapa set tas merek Michael Kors, LV, Guess, beberapa jam tangan merek Esprit, Guess, dan juga beberapa set perhiasan emas, beberapa pasang sepatu merek terkenal, perlengkapan dapur seperti ember, gayung, selimut, koper, semua berwarna merah.

“Ada artinya semua. Kalau barang itu saya beli sendiri untuk istri saya karena saya cinta dan punya kerinduan dia menjadi pasangan saya sehidup semati hingga maut memisahkan. Sementara kalau warna merah itu, itu menjadi simbol kemakmuran dan semangat menyala-nyala untuk memulai hidup yang baru sebagai pasangan suami istri,” ujar Robin ketika dihubungi kemarin.

Di kamar pengantin tersebut, 10 rekan dan sahabat Robin didaulat menjadi pendamping. Mereka pun berpakaian sama dengan sang pengantin pria. Mengenakan jas dan celan hitam dengan bunga tersemat di kantong jas masing-masing.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB, itu artinya saatnya menjemput mempelai perempuan ke Sei Panas. Robin beserta para pendamping prianya turun ke bawah. Dua pendamping menaiki kuda, dan Robin sendiri masuk ke kereta Cinderella yang digerakkan oleh kuda.

Tiba di rumah mempelai perempuan. Ia harus melewati berbagai ujian dulu dari tujuh pendamping wanita yang sudah menunggu di pekarangan perempuan. Bersama pendamping pria, ia turut menjalani ujian yang diberikan tersebut mulai memberikan angpao, menggigit jeruk asam, minum bir, hingga makan pisang. Sangat sulit melewati tahapan itu. “Itu sudah tradisi kami yang berarti untuk mendapatkan hal yang kita tuju, kita harus berusaha dan berjuang. Sama juga untuk memenangkan hati perempuan yang kita cintai,” ujar Robin.

Ia mengungkapkan, lewat tradisi itu, ia ingin seumur hidup selalu bahagia dalam berkeluarga bersama Riyanti.

Waktu yang ditunggu pun tiba. Pendamping perempuan mempersilakannya masuk ke rumah mempelai perempuan. Dia harus melewati pintu dengan pita untuk bisa bertemu dengan istrinya tersebut. Di rumah mempelai perempuan itu, ia menjalani sejumlah kegiatan adat seperti minum teh, dan juga memberi angpao dan menerima jeruk hoki dari keluarga. (cha/bpos)

Respon Anda?

komentar