Telisik Korupsi Bansos Migas Rp4,4 Miliar, Polda Periksa Bupati Natuna

969
Pesona Indonesia
Bupati Natuna Ilyas Sabli. Foto: dok.batampos.co.id
Bupati Natuna Ilyas Sabli. Foto: dok.batampos.co.id

batampos.co.id – Senyap tapi pasti. Mungkin itulah perinsip yang dipegang para penyidik Polda Kepri saat menelisik dugaan korupsi dana bantuan sosial Migas Natuna tahun anggaran 2011 hingga 2013 sebesar Rp 4,45 miliar.

Bahkan, penyidik sudah memeriksa sejumlah pejabat Natuna yang diduga mengetahui aliran dana Bansos tersebut. Mulai dari Sekda, Bendahara, dan pihak terkait lainnya. Termasuk Bupati Natuna Ilyas Sabli.

“Semuanya masih berstatus sebagai saksi,” ujar Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP, Arif Budiman, Kamis (21/4/2016).

Ilyas diperiksa karena merupakan pucuk pimpinan sekaligus penanggungjawab akhir penggunaan anggaran di Natuna. “Sudah beberapa kali kami mintai keterangan,” kata Arif.

Arif mengatakan, jika ditemukan cukup bukti, tidak menutup kemungkinan pihak-pihak yang bertanggungjawab dan diduga melakukan penyimpangan dalam penyaluran dana bantuan sosial tersebut, akan ditetapkan sebagai tersangka baru.

Saat ini, kata Arif, baru satu orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Perjuangan Migas, M Nazir.

Kamis (14/4/2016) lalu, Nazir yang diperiksa di Mapolda Kepri langsung ditahan usai pemeriksaan.

Nazir mendapat kucuran dana Bansos, namun tidak semua dapat dipertanggungjawabkan.

“Hanya Rp 1,2 miliar saja yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Direktur Dirkrimsus Pold Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto, Kamis lalu (14/4/2016).

Nazir ditangkap di rumahnya di Air Batu, Bandar Sah, Natuna oleh tim Subdit III Ditreskrimsus, yang dipimpin Kasubditnya, AKBP Arif Budimana. (k1/nur)

Respon Anda?

komentar