Terjaring OTT KPK, Panitera PN Jakpus Resmi Jadi Tersangka

279
Pesona Indonesia
Ketua KPK Agus Rahardjo. Foto: dokumen JPNN.Com
Ketua KPK Agus Rahardjo.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan tersangka suap dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Rabu (20/4). Ada dua tersangka dalam kasus itu, yakni Edy Nasution dan Doddy Aryanto Supeno.

Edy yang menjadi tersangka penerima suap merupakan panitera di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sedangan Doddy yang berasal dari swasta menjadi tersangka pemberi suap.

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam pasca penangkapan dan memutuskan meningkatkan status ke penyidikan sejalan penetapan dua org tersebut sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangan pers, Kamis (21/4).

Sebelumnya KPK menangkap Edy dan Doddy di sebuah hotel di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat. Dalam OTT itu KPK mengamankan uang Rp 50 juta.

Uang suap itu dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu yang dimasukkan ke paperbag bermotif batik. KPK menduga uang itu sebagai bagian dari commitment fee yang besarnya Rp 500 juta.

‚ÄúDiduga bukan yang pertama. Desember 2015 ada penyerahan sebesar Rp 100 juta,” papar Agus.

Edy diduga menerima suap dari Doddy terkait pengajuan permohonan peninjauan kembali (PK) perkara perdata dari dua perusahaan yang didaftarkan di PN Jakarta Pusat. Kini, ia dijerat dengan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU tipikor juncto pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sedangkan Doddy sebagai pemberi suap disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(put/jpg)

Respon Anda?

komentar