PLN Tanjungpinang Padamkan Listrik 8 Jam

799
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – PLN Area Tanjungpinang melakukan pemadaman listrik selama 8 jam, mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB pada tanggal 21 dan 24 April 2016.

Pemadaman dilakukan karena pekerjaan pemeliharaan jaringan distribusi.

“Pemadaman berlangsung berbeda-beda tergantung pemeliharaan dan daerahnya,” ujar Manager PLN Area Tanjungpinang, Armunanto, Kamis (21/4).

Armunanto menjelaskan, pemeliharaan jaringan distribusi dilakukan di Rayon Tanjungpinang, Bintan Center dan Kijang. Rinciannya, pekerjaan penggantian kawat Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dilakukan pada tanggal 21 April 2016, di Rayon Bintan Center.

Lokasi pemadaman terjadi di

  • Jalan Raya Uban Batu 11 – Batu 14,
  • Jalan DI Pandjaitan Batu 6 – Batu 8,
  • Jalan Kuantan,
  • Jalan RE Martadinata,
  • Jalan Kijang Lama dan
  • Jalan Kota Piring.

Kemudian, kata dia, di rayon yang sama dan tanggal yang sama dilakukan pekerjaan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) ke lending poin. Lokasi pemadaman terjadi di Senggarang.

Selain itu, juga dilakukan pekerjaan penggantian kawat SUTM. Lokasi pemadaman terjadi di

  • Jalan Raya Tanjung Uban Batu 11-14,
  • Jalan Ganet,
  • Jalan Baru Batu 8,
  • Jalan DI Pandjaitan Batu 6-Batu 8,
  • Jalan Kuantan,
  • Jalan RE Martadinata,
  • Jalan Kijang Lama,
  • Jalan Kota Piring,
  • Jalan Peralatan,
  • Jalan Wonosari dan
  • Jalan Alam Gas.

 

Sementara di tanggal 24 April 2016, dilakukan pemeliharaan jaringan distribusi di dua rayon berbeda, yaitu rayon Kijang dan Tanjungpinang Kota.

Untuk rayon Kijang, pemadaman selama 8 jam dilakukan di

  • Kawal,
  • Malang Rapat, dan
  • Berakit.

Sedangkan, untuk rayon Tanjungpinang Tanjungpinang Kota, pemadaman terjadi di

  • Jalan MT Haryono,
  • Jalan Gudang Minyak,
  • Jalan Sultan Machmud,
  • Jalan Brigjen Katamso,
  • Jalan Pompa Air,
  • Jalan Meranti dan
  • Jalan Teladan

Pemadaman listrik dengan durasi cukup lama tersebut, membuat warga resah. Pasalnya, mereka terpaksa menghentikan aktifitas dan pekerjaan yang tengah dilakukan.

“Kalau padam begini, ya susah mau bekerja. Ini pekerjaan sedang banyak,” ujar Mahfud, pemilik usaha mebel di Batu 8.

Ia berharap, pemadaman karena pemeliharaan bisa dipangkas. Supaya masyarakat dapat melakukan aktifitas  sehari-hari dengan lancar.

“Namanya mesin wajar kalau dipelihara. Tapi kalau bisa diperpendek waktu pemeliharaannya,” tuturnya. (Lra)

Respon Anda?

komentar