Bustami dan Firdaus Ikut Daftar Calon Rektor Umrah

664
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Bursa calon Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang periode 2016-2020 kian meriah.

Wakil Rektor I Profesor Firdaus LN dan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Doktor Bustami secara resmi telah mendaftarkan diri kepada panitia pemilihan, Kamis (21/4) .

“Kami sudah menerima berkas keduanya dan secepatnya melakukan verifikasi,” kata Ketua Panitia Pemilihan Rektor UMRAH, Winata Wira.

Masuknya nama Firdaus dan Bustami tentu sekaligus menggenapi persyaratan minimum pelaksanaan pemilihan rektor sebagaimana yang diatur Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi.

Pelaksanaan pemilihan umum rektor kali perdana di UMRAH, sebelumnya, sempat tertunda lantaran hanya Syafsir Akhlus dan Abdul Malik saja yang sebelumnya mendaftar. Sedangkan sepaling-paling tidaknya, pemilihan harus diikuti oleh tiga calon rektor.

“Tapi sekarang sudah ada empat calon rektor. Jadi berkasnya bisa lekas dikirim ke kementerian,” terang Wira.

Sementara agenda selanjutnya, sambung Wira, adalah rapat senat pada tanggal 27 April mendatang dengan agenda pemaparan visi dan misi calon rektor dan kemudian dibarengkan dengan pemungutan suara tahap penyaringan.

“Hasil dari sini baru berkasnya dikirim ke Kementerian untuk selanjutnya dilakukan pemungutan suara tanggal 9 Mei,” jelas Wira.

Apakah keberadaan dua nama calon rektor susulan ini sekadar pelengkap administratif belaka agar pelaksanaan pemilihan rektor tetap dilanjutkan?

Guru Besar Universitas Riau, Firdaus mengemukakan, adalah salah besar bila menganggap keikutsertaannya pada bursa pemilihan calon Rektor UMRAH Tanjungpinang ini hanya sebagai pemenuhan kuota minimun saja.

“Pertama, tidak ada dalam kamus hidup saya main-main. Kedua, saya tidak berniat meraih gelar akademik tambahan sebagai profesor keledai,” ungkapnya beranalogi. Keledai? “Ya, yang mendaftarkan diri sebagai pelengkap administratif saja.”

Seluruh calon rektor boleh saja optimistis menatap hari pemilihan. Namun, yang mesti diingat, ada pun suara pemilih terdiri dari 19 orang anggota senat dan perwakilan Menteri. Sebanyak 65 persen hak suara berada di tangan Senat. Sementara 35 persen sisanya berada di tingkat kementerian. Sehingga, peraih suara terbanyak di tingkat senat belum tentu menjadi rektor terpilih. Karena mesti terlebih dahulu dikalkulasi dengan perhitungan 35 persen suara di tingkat kementeran.

“Aturannya memang seperti itu. Kami merujuk Pasal 7 huruf (e) Permenristek Dikti Nomor 1 Tahun 2015,” terang Wira.

Wira berharap melalui suksesi Rektor UMRAH periode 2016-2020 ini, perguruan tinggi negeri ini dapat terus memantapkan usaha mengembangkan institusinya.

“Sesuai visi UMRAH sebagai Universitas Terkemuka di Indonesia berbasis Kemaritiman,” pungkasnya. (muf)

Respon Anda?

komentar