10 Data dan Fakta Samadikun Hartono (Ho Sioe Koen), Penilep Dana BLBI

651
Pesona Indonesia
Kepala BIN Sutiyoso (kiri) dan Deputi satu bidang luar negri Sumiharjo Pakpahan (kanan) saat membawa buron kasus Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono (tengah) tiba di Bandara Halim Perdanakusums, Jakarta, Kamis (21/4/2016). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Kepala BIN Sutiyoso (kiri) dan Deputi satu bidang luar negri Sumiharjo Pakpahan (kanan) saat membawa buron kasus Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono (tengah) tiba di Bandara Halim Perdanakusums, Jakarta, Kamis (21/4/2016). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id -Berakhir sudah pelarian Samadikun Hartono (Ho Sioe Koen), penilep dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Setelah 13 tahun menikmati hidup mewah di luar negeri, khususnya di Cina, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 4 Januari 1948 ini akhirnya dibekuk saat menonton balapan jet darat (Formula 1) di Shanghai Cina, pekan lalu.

Kamis (21/4/2016) malam, Kejagung dan BIN berhasil membawanya pulang ke Indonesia.

Berikut Data dan Fakta Samadikun Hartono (Ho Sioe Koen): 

  1. Putra ketiga dari Ho Tjek alias Otje Honoris, pengusaha asal Makassar pendiri Modern Grup.
  2. Tahun 1971, Otje dan Samadikun mendirikan PT Modern Photo Film (PT. MPF) agen resmi untuk produk Fuji Photo Film Co, Jepang dengan merek Fuji di Indonesia.
  3. Tahun 1982 Otje meninggal dunia dan Samadikun dipercaya menjadi pemimpin di perusahaan keluarganya.
  4. Tiga saudaranya, Luntungan Honoris, Sungkono Honoris, dan Siwi Honoris, ikut membantu.
  5. Tahun 1989 mendirikan Bank Modern. Sempat masuk peringkat 13 besar perbankan nasional kemudian tahun 1998 masuk pengawasan BPPN dengan aset sekitar Rp 2,1 triliun dan akhirnya dilikuidasi.
  6. Samadikun sebagai bagian dari penerima dana BLBN dianggap merugikan negara Rp 169 miliar dan divonis 4 tahun penjara tetapi kemudian kabur.
  7. Grup Modern sempat kesulitan setelah itu tetapi kemudian berhasil bangkit.
  8. Generasi ketiga keluarga Honoris kini memimpin Modern Group dengan dua perusahaan mercusuar tercatat di BEI PT Modern Internasional Tbk (MDRN) dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN).
  9. MDRN kini pemilik convenience store 7-Eleven di Indonesia dengan total aset Rp 2,578 triliun per September 2015.
  10. MDLN membawahi bisnis property grup Modern dengan total aset Rp 12,843 triliun per Desember 2015

(jpnn/nur)

Respon Anda?

komentar