Hari Kartini, Enam Wanita Karimun Dapat Penghargaan

505
Pesona Indonesia
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, menyerahkan piagam penghargaan kepada Yusriana Susanti saat memperigati Hari Kartini, Kamis (21/4). foto:tri haryono/batampos
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, menyerahkan piagam penghargaan kepada Yusriana Susanti saat memperigati Hari Kartini, Kamis (21/4). foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim, mengatakan, dalam memperingati Hari Kartini bagaimana seorang wanita memberikan sumbangsih dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Karimun, namun tidak melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga.

Dikatakan lagi, kepribadian RA Kartini patut ditiru walaupaun berbeda zaman. Sehingga, dapat memberikan motivasi kepada generasi muda tentang sosoknya. Sebab, RA Kartini dikenal sebagai pahlawan yang memperjuangkan harkat dan martabat kaumnya, banyak hal yang dapat dikutip dari perjalanan hidup pahlawan Nasional tersebut seperti jadilah wanita Indonesia yang berilmu pengetahuan, jadi pendidik dalam rumah tangga dan mengisi pembangunan dalam segala bidang.

”Berkat beliaulah, kaum hawa saat ini bisa bekerja disemua bidang. Kita bisa lihat, banyak wanita karir yang bekerja di perusahaan asing di Karimun ini,” tuturnya di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Kamis (21/4).

Kesempatan itu, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada enam wanita yang dinilai memiliki jiwa kartini dan patut dicontoh generasi muda. Yakni Salmah Tahir, Asmiyati Sudilo, Titin Astinah Rd Enol, Krisnuryati, Bidan Asmarani dan Yusriana.

”Mereka memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Kabupaten Karimun selama ini. Dari segala bidang, seperti pendidikan, agama, maupun organisasi dan sebagainya,” ungkap Anwar Hasyim

Ketua Umum Tim PKK Kabupaten Karimun Raja Asnah, mengatakan, dalam peringatan Hari Kartini ke-137, juga dilaksanakan seminar kesehatan. Yang diikuti dari PKK Kabupaten dan kecamatan se-Kabupaten Karimun.

”Marilah kita melanjutkan cita-cita Kartini demi mengangkat harkat martabat wanita. Diterbitkan buku berjudul habis gelap terbitlah terang dapat membantu wanita di masa kini untuk maju,” ucapnya.

Sementara salah seorang penerima penghargaan di bidang pendidikan Yusriana Susanti mengungkapkan, bahwa peranan RA Kartini zaman dulu sangat memberikan inspirasi terhadap dirinya dalam meningkatkan pendidikan non formal. Sehingga, kaum hawa yang kurang mampu dapat mengenyam pendidikan secara gratis.

”Kalau di bidang pendidikan, saya telah berkomitmen untuk memberikan pendidikan kepada wanita yang ingin maju. Terutama bagaimana seorang wanita melek terhadap teknologi, apalagi zaman sekarang semuanya menggunakan gadget. Agar dapat berinovasi, walaupun di rumah,” tuturnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar