Nurdin Sayangkan Kegaduhan yang Terjadi akibat Dugaan Tandatangan Palsu

543
Pesona Indonesia
Wakil Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com
Wakil Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

batampos.co.id – Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sangat menyayangkan kegaduhan yang terjadi di Provinsi Kepri terkait dugaan pemalsuan tandatangan almarhum Gubernur Kepri. Padahal persoalan yang terjadi masih bisa diselesaikan secara baik-baik. Sementara itu, Plt Sekda Provinsi Kepri, Reni Yusneli “ngacir” ketika di serbu wartawan di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (21/4).

“Tentu sangat disayangkan, karena masih bisa diselesaikan secara baik-baik. Mudah-mudahan asli, sehingga tidak bertambah rumit persoalannya,” ucap Nurdin menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri sosialiasi pajak di Hotel CK, Tanjungpinang, kemarin.

Ditegaskannya, terkait asli atau tidak, bukan kapasitasnya untuk memastikan itu. Masih kata Nurdin, polemik yang terjadi merupakan persoalan yang tidak ada manfaatnya. Apa yang harus dilakukan sekarang adalah bekerja dan bekerja untuk membangunan Provinsi Kepri menjadi lebih baik lagi.

“Kita hari ini adalah ingin bekerja keras. Karena ingin sama-sama membangun Provinsi Kepri menjadi lebih baik lagi kedepannya,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Sekda Kepri, Reni Yusneli yang dituding sebagai pembuat kegaduhan, karena membuat laporan dugaan tandatangan palsu almarhum Muhamma Sani sebagai Gubernur Kepri pada Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Kepri ke Polda Kepri, mulai menutupi diri kepada rekan-rekan media.

“Sudah ya, sudah saya masih ada kegiatan,” ucapnya singkat sambil “ngacir” meninggalkan sejumlah media yang terlihat kecewa di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak Tanjungpinang.

Sebelumnya, Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Nuraida Mokhsen, mengatakan pihaknya tidak pernah meragukan keabsahan tandatangan almarhum Gubernur Sani terkait SK Pansel Sekda Kepri. Menurutnya, secara substansi Gubernur juga sudah memenuhi apa yang menjadi syarat dan ketentuan dalam SK tersebut.

“Karena sudah terpenuh substansinya, maka keluarlah rekomendasi dari KSAN. Rekomendasi tersebut dikeluarkan sebelum berpulangnya almarhum,” ujar Nuraida Mokhsen.

Masih kata Nuraida Mokhsen, kejadian ini tidak perlu dibesar-besarkan. Karena sudah jelas substansinya. Meskipun demikian, dibawah pimpinan Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun punya kewenangan untuk melakukan peninjauan kembali. Artinya, boleh jika ingin melakukan perubahan atas SK yang sudah diajukan.

“Kami sifatnya hanya menunggu, ada perubahan atau tidak. Kalaupun tidak ada, tahapan-tahapan bisa dilanjutkan. Karena sesuai jadwalnya akan dimulai pada bulan Mei mendatang,” ungkapnya.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar