Pembangunan Pasar Siantan Diduga Tidak Sesuai Spek

377
Pesona Indonesia
Pasar baru Siantan yang pembangunannya diduga tidak sesuai spek. foto:syahid/batampos
Pasar baru Siantan yang pembangunannya diduga tidak sesuai spek. foto:syahid/batampos

batampos.co.id РKetua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Anambas, Delmadi, meminta kepada pihak kejaksaan agar mengusut tuntas revitalisasi pasar Baru Siantan. Pasalnya menurutnya terdapat beberapa kejanggalan dalam proses pembangunannya. Terutama banyaknya perubahan spesifikasi yang terjadi dari awal pembangunan hingga bangunan selesai.

“Pihak kejaksaan harus peka terhadap hal ini, revitalisasi pasar baru itu terjadi banyak perubahan spesifikasi, kejaksaan harus menelusurinya,” ungkapnya kepada media Rabu (20/4) siang.

Dirinya menerangkan secara rinci beberapa perubahan yang terjadi dalam proses pengerjaan. Seperti pekerjaan pembuatan dua unit toilet yang disulap menjadi dua unit kios. Menurutnya itu sangat mencurigakan.

“Seharusnya dalam gambar, pasar baru itu hanya memiliki 20 kios saja yakni 10 kios bagian bawah bangunan dan 10 kios lagi dibagian lantai dua bangunan. Kenapa dua toilet bisa dijadikan kios, sehingga bangunan pasar itu sekarang memiliki 22 kios. Ada 12 kios di lantai bawah dan 10 kios di lantai atas, ada apa ini,” ungkapnya.

Belum lagi tampang bangunan depan dan belakang juga tidak sesuai dengan gambar. “Jadi saya rasa perlu ditelusuri terkait perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan pasar baru tersebut,” katanya lagi.

Ia juga tidak mengetahui alasan apa sehingga pembangunan toilet dihapus atau tidak dibangun. Kuat dugaan penambahan kios di pasar baru itu, ada kepentingan lain dan dinilai dipaksakan. Oleh sebab itu pihak auditor dari BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) diharapkan dapat lebih selektif dalam mengauditnya.

Dirinya pun menduga adanya mark up pada pembangunan pasar itu karena biayanya terlalu tinggi. Contohnya, untuk pekerjaan bangunan seluas kurang lebih 300 meter itu menghabiskan biaya sebesar Rp 1,895 miliar. Rincian pekerjaan demi pekerjaan dinilai sangat mahal.

Ia mencontohkan untuk biaya pembangunan atap saja, dengan luas bangunan kurang lebih 300 meter persegi, bisa menghabiskan dana sebanyak 177, 898 juta. “Ini terlalu mahal,” ungkapnya.

Belum lagi pekerjaan struktur bangunan bisa mencapai Rp 469,403 juta. Pekerjaan pemasangan keramik Rp150,898 juta, plafon Rp 46,076 juta, dan kusen Rp 296,600 juta. Dan yang paling janggal, kata Delmadi, yakni biaya sanitasi pasar itu.

“Pasar itu kan sudah tidak ada WC lagi, kenapa ada biaya sanitasi sebesar Rp 45,932 juta, itu kan sudah jelas tidak masuk akal. Bukan hanya itu tapi masih banyak kejanggalan lainnya,” jelasnya.

Oleh karena itu dirinya menantang keberanian pihak kejaksaan untuk segera memeriksa pembangunan pasar baru itu. “Sudah seyogyanya kejaksaan beraksi dalam mengumpulkan data selanjutnya untuk dilakukan penyidikan dan menetapkan dalang dibelakang permainan ini,” ungkapnya.

Sementara saat ditemui, Kepala Bidang Perdagangan Suheimi, sekaligus sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam kegiatan tersebut mengatakan memang benar banyak terjadi perubahan di beberapa kegiatan diantaranya tidak dibangun toilet dan sebelumnya tangga didalam bangunan dialihkan diluar bangunan. Artinya biaya pembuatan toilet sebagiannya dialihkan ke pembatas pagar yang terbuat dari besi.

Pembangunan pasar baru sesuai dengan rencana kegiatan, walaupun sebagian ada perubahan pada gambar. Pihaknya telah membuat perubahan pada gambar, hal itu dilakukan sesuai permintaan dari asosiasi pedagang yang menempati kios. “Kita sudah lakukan adendum,” jelasnya kepada wartawan.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar