Polda Kepri Tahan Anggota DPRD Kepri Erianto

1034
Pesona Indonesia
Anggota Komisi III DPRD Kepri Erianto. Foto: dok. dprd kepri
Anggota Komisi III DPRD Kepri Erianto. Foto: dok. dprd kepri

batampos.co.id – Penyidik Polda Kepri akhirnya memenuhi janjinya untuk menetapkan tersangka baru dalam dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) migas Natuna tahun anggaran 2011 hingga 2013.

Tak tanggung-tanggung, tersangka barunya anggota Komisi III DPRD Kepri Erianto. Ia diduga ikut menikmati aliran dana bansos tersebut saat menjabat sebagai bendahara dari LSM BP Migas.

“Sudah jauh hari kami tetapkan sebagai tersangka, pada pemanggilan yang pertama Senin (18/4/2016) dia tak datang. Hari ini (Kamis, 21/4/2016) baru datang, langsung kami tahan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Arif Budiman.

Ia mengatakan penangkapan anggota DPRD aktif ini, karena perannya yang begitu besar pada saat menjabat sebagai bendahara LSM BP Migas. Erianto adalah orang yang menyusun pengajuan proposal dan laporan pertanggungjawaban dan hibah ini.

“Tapi pemakaiannya fiktif, mereka hanya melaporkan cuman Rp 1,2 miliar. Padahal dana bansos itu cair keseluruhannya selama tiga tahun yakni Rp 4,45 miliar,” ungkap Arif.

Kemana sisanya Rp 3,2 miliar? Arief mengatakan, ditenggarai dana tersebut dinikmati dan meluncur ke kantong M Nazir (ketua LSM BP Migas/status tersangka dan ditahan) dan Erianto.

“Diapakan saja sisa dana Rp 3,2 miliar itu, itu yang masih kami telusuri,” ujarnya.

Erianto datang ke Mapolda Kepri pada Kamis (21/4/2016) sekitar pukul 11.00. Ia datang menggunakan pakaian berwarna coklat dan celana hitam. Polda Kepri mencecarnya dengan puluhan pertanyaan, pemeriksaan dilakukan dari pukul 11.00 hingga 19.00. Pertanyaan yang diajukan seputar dana bansos.

Tapi saat ditanyakan secara spesifik apa saja yang ditanyakan penyidik, Arif enggan membeberkannya. “Itu sudah masuk dapur penyelidikan,” ungkapnya.

Arif mengungkapkan setelah ini, masih ada tersangka selanjutnya. “Wait and see bro,” ucapnya.

Saat ditanya apakah tersangka baru ini ditetapkan setelah awal bulan depan? “Tunggulah, ada waktunya. Kami akan buka semuanya,” tuturnya.

Disebut-sebut tersangka selanjutnya dana bansos ini, termasuk orang penting juga di Natuna.

Hingga saat ini Polda Kepri sudah memeriksa 42 saksi.

Sebelumnya, penyidik juga telah menetapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Perjuangan Migas, M Nazir.

Kamis (14/4/2016) lalu, Nazir yang diperiksa di Mapolda Kepri langsung ditahan usai pemeriksaan.

Nazir mendapat kucuran dana Bansos Rp 4,45 miliar, namun tidak semua dapat dipertanggungjawabkan.

“Hanya Rp 1,2 miliar saja yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Direktur Dirkrimsus Pold Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto, Kamis lalu (14/4/2016).

Nazir ditangkap di rumahnya di Air Batu, Bandar Sah, Natuna oleh tim Subdit III Ditreskrimsus, yang dipimpin Kasubditnya, AKBP Arif Budimana. (ska)

Baca Juga: Telisik Korupsi Bansos Migas Rp4,4 Miliar, Polda Periksa Bupati Natuna

Respon Anda?

komentar