Samadikun Hartono, Buron Kasus BLBI Tiba di Jakarta Tanpa Diborgol

444
Pesona Indonesia
Kepala BIN Sutiyoso (kiri) dan Deputi satu bidang luar negri Sumiharjo Pakpahan (kanan) saat membawa buron kasus Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono (tengah) tiba di Bandara Halim Perdanakusums, Jakarta, Kamis (21/4/2016). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Kepala BIN Sutiyoso (kiri) dan Deputi satu bidang luar negri Sumiharjo Pakpahan (kanan) saat membawa buron kasus Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono (tengah) tiba di Bandara Halim Perdanakusums, Jakarta, Kamis (21/4/2016). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Samadikun Hartono, burin kasus BLBI yang berhasil ditangkap oleh BIN saat nonton F1 di Shanghai Cina pekan lalu, akhirnya berhasil dibawa paksa ke Indonesia.

Jaksa Agung Prasetyo menyatakan pemulangan paksa Samadikun Hartono sesuai rencana, setelah diterbangkan dari Tiongkok.

Samadikun tiba di Bandara Halim Jakarta, Kamis (21/4/2016) malam. Ia dikawal langsung oleh Kepala BIN Sutiyoso dan sejumlah anggota BIN lainnya. Namun ia tidak diborgol

”Yang bersangkutan telah dikejar sejak 2004, pasca putusan vonis yang berkekuatan hukum tetap,” kata Prasetyo kemarin.

Dia menyatakan, penangkapan ini merupakan kerjasama antara tim pemburu koruptor Kejagung dengan Badan Intelijen Negara.

Bukan hal yang mudah menangkap mantan Presiden Komisaris Bank Modern itu, karena yang bersangkutan ternyata juga memiliki usaha selama pelariannya.

”Yang bersangkutan memiliki usaha di Tiongkok dan Vietnam,” jelas Prasetyo.

Baca Juga: Perjalanan Bisnis Samadikun Hartono, Perampok Dana BLBI

Prasetyo menyatakan, penangkapan ini membuktikan bahwa tim pemburu koruptor Kejagung tidak pernah diam dalam melakukan penangkapan buron BLBI.

Memang, upaya penangkapan itu membutuhkan biaya besar. Prasetyo bersyukur karena keberadaan BIN yang mampu melakukan pergerakan hingga keluar negeri.

”Kita usahakan kapasitas BIN ini mampu mengejar buron-buron yang lain,” ujarnya.

Saat Samadikun akan dipulangkan, pemerintah Tiongkok mengajukan permintaan agar penangkapan itu dibarter dengan dua warga Uighur yang kini berada di Indonesia.

Baca Juga: 10 Data dan Fakta Samadikun Hartono (Ho Sioe Koen), Penilep Dana BLBI

Prasetyo mengatakan, permintaan ini ditolak pemerintah Indonesia karena kejahatan warga Uighur itu terjadi di Indonesia.

”Samadikun ini adalah buronan, sedangkan warga suku Uighur adalah warga negara yang melakukan kejahatan di Indonesia,” tegas Prasetyo.

Pemerintah Tiongkok pun memahami alasan itu dan mempersilahkan proses pemulangan Samadikun berlangsung. (idr/gen/bay/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar