Sensus Ekonomi Jadi Tolak Ukur Daya Saing Indonesia di Pasar MEA

370
Pesona Indonesia
Kepala BPS RI, Suryamin. foto:faradilla/batampos
Kepala BPS RI, Suryamin. foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Tinggal menghitung hari, Badan Pusat Statistik (BPS) di seluruh Indonesia bakal melaksanakan kerja besar berupa Sensus Ekonomi 2016 yang dimulai 1 Mei mendatang. Tak kurang dari 300 ribu petugas sensus dikerahkan ke seantero negeri. Saking besar gawainya ini, Kepala BPS RI, Suryamin meminta kepada seluruh kepala kantor agar benar-benar memaksimalkan kinerja petugas sensus dalam merakapitulasi data.

“Pastikan data sensus ekonomi yang dihasilkan benar-benar akurat,” tegas Suryamin, ketika berkunjung ke Kantor BPS Kepri, belum lama ini.

Di mata Suryamin, BPS Kepri punya peran sentral. Mengingat ada Kota Batam yang masuk dalam daftar kota dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Sehingga, menjadi tolok ukur yang bakal disajikan dalam data besar kekuatan ekonomi Indonesia di tahun 2017 mendatang. Apalagi, sambung Suryamin, data ini bakal dilaporkannya langsung kepada Presiden RI Joko Widodo.

“Hasil dari data Sensus Ekonomi 2017 ini yang akan mengukur daya saing Indonesia di pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Apalagi Kepri ini berbataskan langsung dengan negara jiran,” ujar Suryamin.

Oleh sebab itu, Suryamin menginginkan data yang terkumpul benar-benar akurat sesuai dengan komoditi usaha yang bakal masuk pada sensus tahun ini. Suryamin menjelaskan, seluruh sektor ekonomi kecuali pertanian bakal menjadi bahan utama.

Tidak termasuknya sektor pertanian karena pada 2013 silam sudah dilakukan sensus di sektor ini. Sementara Sensus Ekonomi kali terakhir dilaksanakan pada tahun 2006. Selang satu dekade ini, Suryamin meyakini telah terjadi pertumbuhan di bidang ekonomi yang cukup pesat di Kepri.

“Dulu Kepri kan tidak masuk skema pariwista Indonesia. Tapi sekarang geliat pariwisatanya juga sudah luar biasa. Pasti ada dampak perbaikan ekonomis di sini,” ungkapnya.

Sementara itu sebelumnya, Plt Sekda Provinsi Kepri, Reni Yusneli mengharapkan, hasil dari sensus ekonomi kelak merupakan data penting untuk menakar kondisi mutakhir ekonomi Kepri di tahun 2016. Menjadi penting karena, kata Reni, data tersebut bisa menjadi tolok ukur dalam melihat kemajuan pembangunan Kepri selama satu dasawarsa terakhir.

“Data dari kegiatan sensus ekonomi ini penting karena juga akan menjadi landasar dasar dalam mengambil kebijakan berkenaan peningkatan ekonomi masyarakat Kepri di tahun-tahun ke depan,” kata Reni.

Kepada seluruh petugas sensus, Reni berharap dapat menjalankan tugasnya di lapangan secara maksimal. Datang dari pintu ke pintu warga. Verifikasi faktual dengan kondisi yang sebenarnya ditemukan. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar