Sepekan Listrik Daik Padam Bergilir hingga 5 Jam

591
Pesona Indonesia
Akibat pemadaman bergilir PLN Daik, jam belajar siswa terpaksa diterangi lampu teplok. foto:hasbi/batampos
Akibat pemadaman bergilir PLN Daik, jam belajar siswa terpaksa diterangi lampu teplok. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Pemadaman bergilir listrik di pusat ibukota Daik, masih saja terjadi. Sepekan terakhir, PLN Sub Ranting Daik Lingga melakukan pemadaman bergilir hingga 5 jam kepada seluruh pelanggan akibat kerusakan 2 unit mesin dieselnya.

Selama 2016, empat bulan terakhir sedikitnya telah tiga kali pemadaman bergilir berlangsung. Gangguang teknis kerap menjadi alasan. Mesin sewa antara PLN dan pihak ke tiga pun harus menunggu teknisi dari Jakarta untuk perbaikan. Sementara kebutuhan listrik di pusat ibukota, dengan beragam usaha kecil dan kebutuhan rumah tangga terus meningkat. Kondisi ini, menggangu stabilitas ekonomi maupun usaha kecil rumah-rumah makan dan penginapan.

Kepala PLN Subranting Daik Lingga, Jauhari Nainggolan mengatakan dua mesin diesel rusak dan pihaknya sudah mendatangkan teknisi dari Jakarta untuk memperbaiki. “Ia kemarin awalnya satu mesin yang rusak. Kemarin malam, dua unit pula gangguan teknis. Tapi sudah kita kerjakan, mulai malam ini (red Kamis), tidak ada lagi pemadaman bergilir,” ungkap Jauhari Nainggolan, Kamis (21/4).

Khusus PLN Daik, kata Jauhari ada 5 unit mesin untuk melayani kebutuhan warga ibukota Daik dan Kecamatan Lingga, Lingga Timur, dan sebagian Kecamatan Lingga Utara. Kerusakan 2 unit mesin membuat PLN kekurangan daya hingga 800 KW. “Satu mesinnya 400 KW. Jadi cuma 2 mesin yang melayani, satu mesin lagi standby. Total daya yang kita punya 2000 KW. Sekarang baru terpakai 1300 KW untuk 3 kecamatan ini,” tambahnya.

Untuk beban tertinggi pada malam hari, kata Jauhari, daya yang diperlukan 1300 KW. Sedangakan saat siang, hanya 800 KW. “Lingga Timur dan sebagian Lingga Utara sekarang sudah siang malam 24 jam. Daya kita masih sangat cukup, hanya ada gangguan teknis yang membuat pemadaman,” tutur Jauhari.

Namun untuk kedepan, menunjang kebutuhan ibukota kabupaten yang terus berkembang, masuknya sejumlah investor yang ingin menanamkan modal membangun pabrik, pariwisata, listrik menjadi salah satu kebutuhan utama. Mau tidak mau, kedepan daya yang lebih perlu disipakan. Jika terjadi gangguan teknis, tentu akan sangat berdampak terhadap perkembangan Kabupaten Lingga dan ekonomi yang terus dibangun pemerintahan baru menggandeng investasi.

“Kalau sudah muncul pabrik, tentu harus ditambah lagi. Tapi itu semua kebijakan PLN Tanjungpinang dan pemkab. Kami disini hanya teknis,” ungkap Jauhari.

Begitu juga dengan rencana pemindahan kantor PLN. Sebab, kini lokasinya tepat berada di tengah kota, di depan komplek perkantoran Pemkab Lingga. Tentu tidak etis jika bunyi bising listrik, dipusat kota yang semakin mengganggu ketenteraman warga. “Kita sudah tahu wacana itu, kembali lagi ke PLN Tanjungpinang dengan Pemkab. Rencananya dipindah ke Panggak Darat, cuma sampai saat ini belum putus lagi rencana itu. Belum ada kisah selanjutnya,” tutur Jauhari. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar