Tiga Teman Nia Beri Kesaksian, Nyaris Jadi Korban, Enggan Lihat Wajah Wardiaman

2004
Pesona Indonesia
Sidang tertutup terdakwah Wardiaman Zebua yang menghadirkan saksi pelajar SH dan Ay di Pengadilan Negeri (PN)Batam, Batamcenter, Kamis (21/4/2016). Foto:Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
Sidang tertutup terdakwah Wardiaman Zebua yang menghadirkan saksi pelajar SH dan Ay di Pengadilan Negeri (PN)Batam, Batamcenter, Kamis (21/4/2016). Foto:Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sidang kasus pembunuhan Nia kembali digelar di PN Batam dengan menghadirkan empat saksi yang masih berstatus pelajar tingkat SMA. Namun terdakwa kasus ini, Wardiaman Zebua, dilarang menghadiri sidang, Kamis (21/4/2016).

Ketua majelis hakim, Zulkifli, mengatakan keempat saksi semuanya berjenis kelamin perempuan. Masing-masing berinisial Js, Sh, Ay, dan Dn mengaku takut melihat wajah Wardiaman. Sehingga mereka meminta Wardiaman tidak dihadirkan dalam sidang.

“Selain itu saksi masih di bawah umur, maka sidang berlangsung tertutup. Dan terdakwa Wardiaman selama keterangan saksi dikembalikan ke sel tahanan,” ujar Zulkifli.

Selama memberikan keterangan, keempat saksi tersebut didamping komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial. Sebelum sidang, Erry juga meminta agar Wardiaman tidak dihadirkan dalam sidang.

“Saksi masih mengalami trauma dan takut melihat terdakwa. Karena menurut pengakuannya, mereka pernah dicegat oleh orang mirip terdakwa (Wardiaman),” terang Ery usai persidangan.

Menurut Erry, Js merupakan saksi pertama yang memberi keterangan di persidangan. Js merupakan siswi SMAN 1 Batam, satu sekolah dengan mendingan Dian Milenia Trisna Afiefa atau Nia. Js juga tinggal di perumahan yang sama dengan Nia di Batuaji. Namun begitu, Js mengaku tak kenal secara personal dengan Nia.

“Dia hanya kenal wajah, tapi tak pernah berkomunikasi,” ujar Erry.

Dalam keterangannya, Js mengaku melihat Nia bersama seorang pria di tepi jalan dekat perumahan Delta Villa, Sekupang, pada hari Sabtu, 26 September 2015 sekitar pukul 07.10 WIB. Hari dimana Nia kemudian dikabarkan hilang pada sore harinya. Saat itu, Js yang tengah dalam perjalanan menuju sekolahnya melihat seorang pria tengah berbincang dengan Nia.

Kata Js, saat itu ada dua sepeda motor, yakni motor Nia dan motor Mio J warna biru yang diduga milik pria tersebut. Saat Js melintas, posisi tangan pria tersebut memegang stang motor Nia. Keduanya terlihat ngobrol dengan akrab. Js mengaku sempat berhenti dan memperhatikan keduanya sejenak.

“Karena takut telat, Js memutuskan melanjutkan perjalanan ke sekolah,” katanya.

Menurut Erry, dalam sidang kemarin Js mengaku yakin bahwa siswi SMAN 1 Batam yang sedang ngbrol dengan pria bermotor Mio J biru itu adalah Nia. Namun Js mengatakan tak begitu jelas dengan wajah pria itu karena posisinya membelakanginya.

“Tapi secara umum ciri-ciri pria itu sama seperti yang dikatakan saksi-saksi sebelumnya,” kata Erry.

Saksi berikutnya lanjut Erry yakni Sh dan Ay. Dua sisiwi ini mengaku diberhentikan oleh seorang pria bermotor Mio J pada hari yang sama, yakni Sabtu 26 September 2015 sekitar pukul 06.45 WIB. Saat itu Sh dan Ay yang naik motor berboncengan tak mau berhenti. Namun pria yang mengendarai Mio J itu mengejarnya.

“Mereka dicegat setelah SPBU Batuaji. Awalnya mereka sempat akan kabur, namun dikejar. Karena takut mereka berhenti,” jelas Erry.

Saat berhenti, Sh dan Ay melihat pria tersebut beralis tebal dan bermata tajam. Pria itu mengatakan jika plat nomor yang dipakai palsu. Pria itu memintanya menunjukan STNK. Saat percakapan terjadi, Sh sempat memotret sepeda motor milik pria tersebut yang ternyata memiliki ciri yang sama dengan sepeda motor Wardiaman Zebua.

Selain sama-sama bermerek Yamaha Mio J dan berwarna biru, motor tersebut juga sama-sama memiliki bekas lecet di bagian kiri belakang. Seperti motor Mio J milik Wardiaman.

“Yang difoto itu hanya bodynya saja, sedangkan plat nomornya tak ikut terfoto. Keduanya juga sempat digiring menuju pos polisi, namun belum sampai pos, keduanya dilepas,” imbuh Ery tanpa menjelaskan pos apa yang dimaksud saksi.

Sementara saksi Dn juga mengaku pernah dicegat seorang berkendara Yamaha Mio J biru. Pria itu memakai masker itu menghentikannya di dekat lampu merah menuju Seitemiang pada 23 September 2015 sekitar pukul 17.00 WIB. Alasanya, Dn tak memakai helm.

“Jadi, pria itu memberi pilihan, mau motor yang dibawa atau dirinya yang ikut ke pos. Karena takut, Dn memilih dirinya lah yang dibawa dan motor ditinggal di tepi jalan,” terang Ery lagi.

Masih kata Ery, Dn mengaku sempat dibawa keliling naik motor pria tersebut ke empat pos jagawana atau pos penjagaan hutan lindung. Terakhir mereka menuju pos dekat dengan Marina. Di sana, Dn diminta turun dan masuk ke dalam pos. Namun permintaan itu tak dipenuhi oleh DN. Ia tetap berada di atas motor, hingga akhirnya sang pria mengeluarkan kertas.

“Dn dibawa hampir tiga jam berkeliling. Mengenai kertas yang dikeluarkan pria itu, Dn kurang tahu persis. Namun, Dn disuruh mengisi data lengkapnya di sana,” kata Ery lagi.

Meski tiga jam lebih bersama pria misterius itu, Dn mengaku tak diapa-apakan pria tersebut. Bahkan, pria itu tak merayunya.

“Dn mengaku dilepas, setelah ada warga yang menyenter ke pos terakhir. Sebab, posisinya saat itu sudah gelap. Dn pun mengaku sampai di rumah sekitar setengah sembilan malam,” jelas Erry lagi.

Melihat keterangan keempat saksi kemarin, alur ceritanya sama persis dengan para saksi sebelumnya. Misalnya soal pengakuan pernah dicegat oleh pria bermotor Mio J. Namun rata-rata saksi mengaku tidak melihat plat nomor sepeda motor itu. Meski ada yang mengabadikannya dalam foto, semuanya mengaku tidak memotret di bagian plat nomor.

Keterangan senada lainnya adalah tentang kesaksian para saksi yang mengaku melihat Nia ngobrol dengan seorang pria di tepi jalan dekat perumahan Delta Villa, Sekupang, pada Sabtu 26 September 2015. Rata-rata saksi mengaku berhenti dan memperhatikan Nia dan teman prianya itu. Namun kemudian mereka pergi meninggalkan keduanya.

Seperti sidang-sidang sebelumnya, keterangan keempat saksi kemarin kembali dibantah oleh Wardiaman. Ia mengaku tidak pernah melakukan apa yang disampaikan para saksi. (she/bp)

Respon Anda?

komentar