Triwulan Pertama 2016, Realisasi Investasi Asing di Batam 292 Juta Dolar AS

1669
Pesona Indonesia
Industri galangan kapal terus menggeliat di Batam. Foto: www.marcopoloshipyard.com
Industri galangan kapal terus menggeliat di Batam. Foto: www.marcopoloshipyard.com

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat nilai investasi asing di Batam sepanjang triwulan pertama tahun ini mencapai 292.204.480 dolar Amerika.

Angka tersebut naik drastis jika dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yang nilainya hanya 169.676.325 dolar Amerika.

“Peningkatannya sangat signifikan. Ini menjadi kabar baik bagi Batam. Kita ini masih diminati oleh negara-negara asing. Dalam periode yang sama investasi kita naik 122.528.155 Dollar,” kata Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Kamis (21/4/2016).

Jumlah perusahaan yang merealisasikan investasinya di Batam dalam tiga bulan terakhir sebanyak 20 perusahaan. Sedangkan di tahun 2015 lalu, masih dalam periode yang sama hanya ada sekitar 11 perusahaan.

Dari semua perusahaan yang masuk dalam tiga bulamn terakhir sekitar 47 persen berasal dari Singapura. Kemudian diikuti oleh Malaysia sekitar 32 persen. Kemudian Australia dan Jerman masing-masing 5 persen. Sementara gabungan beberapa negara sebanyak 11 persen.

“Kalau gabungan negara ini ada yang dari Amerika, dari Cina dan beberapa negara lainnya. Tetapi persentase setiap negara kecil,” katanya.

Ade, pegawai Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Batam mengatakan sektor yang paling banyak diminati investor asing adalah sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik.

Persentasenya sekitar 45 persen. Kemudian sektor industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi sebanyak 22 persen. Selanjutnya industri alat angkutan dan trasportasi lainnya sebesar 11 persen. Industri makanan 11 persen dan perusahaan sektor konstruksi juga 11 persen.

“Di Batam ini dari dulu industri logam dasar dan elektronik itu memang yang terbesar. Tetapi pelan-pelan industri makanan juga mulai berkembang,” katanya.

Johanes Kennedy, pengusaha Batam mengatakan perkembangan investasi di Batam ini masih harus terus ditingkatkan. Karena sebenarnya potensi Batam sangat besar. Tetapi harus diimbangi dengan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada dunia investasi.

Menurutnya, salah satu yang penting untuk dilakukan pemerintah adalah memangkas perizinan. Meningkatkan pelayanan dan terus berbenah memperbaiki infrastruktur pendukung.

“Pelabuhan untuk menunjang ekspor impor sangat dibutuhkan. Pelabuhan kontainer di Batam itu sudah sangat mendesak,” katanya.

Ia mengaku sudah menyampaikan ini kepada Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu. “Kalau port container ada menurut saya, bukan hanya dari Singapura yang banyak perusahaan. Tetapi dari Eropa dan Amerika,” katanya.

Menurutnya, berbagai fasilitas dan kebijakan harus diambil pemerintah. Daya saing Batam harus ditingktkan. Sehingga Batam mampu bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam yang kini terus berkembang pesat.

“Jadi kita harus menciptakan gula. Maka semut akan datang sendiri. Kalau pelayanan bagus, infrastruktur bagus, perizinan dan pelayanan lainnya mudah dan murah, pasti investor akan datang ke Batam,” katanya.(ian/bp)

Respon Anda?

komentar