Eksekusi Mati Kembali Dilaksanakan, Empat Terpidana Mati dari Karimun Belum Termasuk

1214
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kejaksaan Agung berencana akan melaksanakan eksekusi mati tahap 3 untuk terpidana mati. Dari terpidana mati yang ada di Indonesia, empat orang diantara terpidana mati berasal dari Karimun karena melakukan tindak pidana pembunuhan dan pembuatan pil ekstasi.

”Memang, akan ada eksekusi mati tahap 3 oleh Jagksa Agung. Hanya saja, kita belum tahu dan juga dapat informasi. Apakah dalam esekusi mati tersebut terdapat nama-nama terpidana mati yang berasal dari Karimun. Kalau memang nanti ada, maka kita akan mendapatkan pemberitahuan,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tanjungbalai Karimun, Bendry Almi, Jumat 922/4).

Terpidana mati asal kejari Tanjungbalai Karimun, kata Bendry, terdiri dari Ayam dan Chun Hao alias Aheng yang merupakan terpidana mati beberapa belas tahun lalu karena memproduksi pil ekstasi. Lalu, salah satu rekanny lagi, yakni Deni alias Kebo, tetapi sudah meninggal dunia di dalam tahanan. Kemudian, ada Tan Joni alias Aseng yang melakukan pembunuhan berencana.

”Kemudian, satu lagi ada terpidana mati Hendro yang melakukan pembunuhan berencana terhadap seorang anak di bawah umur. Saat ini semua terpidana mati telah berada di lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan. Hanya saja, mungkin masih ada satu atau dua orang terpidana mati yang belum melakukan upaya hukum luar biasa, yakni peninjauan kembali,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar