Belasan Tahun Mangkrak, Bila Malam Pasar Seroja Dijadikan Tempat Mesum

1206
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Pasar Bukit Seroja di Dapur 12, Sagulung yang sudah lama mangkrak mulai menuai masalah. Pasar tersebut mulai dikuasai oleh anak punk dan remaja geng motor untuk dijadikan tempat nongkrong.

Warga sekitar mulai merasa terganggu sebab kehadiran kelompok anak muda itu kerap membuat kegaduhan dengan mabuk-mabukan dan balap liar. Warga mengaku angkat tangan dengan keberadaan kelompok anak muda tersebut, sebab saat ditegur mereka memberikan perlawanan.

“Semakin parah kondisinya saat ini. Kalau malam ramai anak-anak punk dan anak-anak geng motor itu. Ributnya minta ampun. Mereka mabuk-mabukkan di sini,” kata Ahmadi salah satu warga kavling Bukit Seroja yang rumahnya tak jauh dari lokasi pasar, kemarin (22/4).

Bahkan yang lebih parah lagi, kata ayah dua anak itu, kelompok anak punk dan remaja geng motor itu kerap membawa pasangan wanita ke lokasi pasar pada malam hari. Warga khawatir jika lokasi tersebut dijadikan lokasi mesum setiap malam. “Sudah kami datangi, tapi ganas-ganas anak-anak itu. Kami dikejar balik pakai batu dan broti,” katanya.

Keberadaan kelompok anak punk dan remaja bersepeda motor itu cukup meresahkan. Selain membuat keributan di malam hari, juga kerap memalak warga yang melintasi jalan tersebut. “Kalau sendirian, apalagi perempuan mereka sering palak,” kata Henni warga lainnya.

Henni sendiri mengaku pernah dipalak di jalan depan pasar mangkrak tersebut, namun beruntung saat kejadian ada pengendara sepeda motor warga lainnya melintas dan menyelamatkan dia. “Kabur mereka karena ada bapak-bapak yang turun dari motornya saat melihat saya dicegat anak-anak itu,” kata Henni.

Keberadaan kelompok yang meresahkan itu sudah disampaikan ke kepolisian Sagulung, namun beberapa kali didatangi polisi, mereka memilih kabur. “Tapi setelah polisi pergi datang lagi mereka, tambah buat ribut lagi. Seperti tak terima begitu kalau ada warga yang lapor polisi,” ujar Ahmadi.

Pasar mangkrak tersebut diyakini warga sudah disalahgunakan oleh kelompok remaja tersebut sebagai tempat mesum. Sebab siang hari saat warga hendak menggunakan pasar tersebut sebagai lokasi pasar kaget, selalu menemukan kondom bekas berserahkan di sekitar lokasi pasar.

Warga berharap agar aparat kepolisian rutin setiap malam patroli ke lokasi pasar tersebut agar mengusir kelompok remaja yang meresahkan itu.

Sementara kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam, warga berharap agar kembali memberikan perhatian lebih terhadap pasar rakyat tersebut. Sebab sejak pertama di bangun 12 tahun yang lalu, pasar yang menelan APBD miliaran rupiah itu sama sekali tak berfungsi.

“Pemerintah hanya bangun, setelah itu kelolanya tak jelas. Hanya tiga bulan pertama aktifnya setelah itu mangkrak seperti ini,” ujar Usman warga lainnya.

Padahal lokasi pasar itu cukup strategis, sebab berada di kawasan padat penduduk dan berada di jalur penghubung Seilekop dan Seibinti. (eja)

Baca juga:

Warga Minta Pemko Batam Hidupkan Pasar Seroja

Respon Anda?

komentar