Berkat PLTS, Warga Pulau Buru Bisa Nikmati Listrik

476
Pesona Indonesia
ilustrasi PLTS.
ilustrasi PLTS.

batampos.co.id – Kepala Desa Tanjungutan, Iskandar mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Tanjungutan, telah beroperasi Maret lalu. Sebanyak tiga PLTS yang dibangun merupakan cikal bakal berdirinya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Tanjungutan nantinya.

Sejatinya, ada 9 titik PLTS yang dibangun termasuk di Desa Tanjungbatu Kecil 3 titik, Desa Degung 2 titik, dan Desa Sungai Asam 1 titik. Pembangunan PLTS merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementrian ESDM, sebagai sumber penerangan warga untuk beraktivitas di malam hari dalam rangka meningkatkan produktifitas.

”Jadi PLTS yang dikelola nantinya, sebagai cikal bakal berdirinya BUMDes. Dengan dibantu satu fasilitator yang bertugas selama 5 bulan, bagaimana cara mengelola PLTS kepada masyarakat yang ditunjuk. Sehingga, kedepannya dapat dikelola secara mandiri,” jelas Iskandar, Kepala Desa Tanjungutan, Kecamatan Buru, Jumat (22/4).

Dengan beroperasinya, PLTS di Desa Tanjungutan sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas. Sebab sebelumnya, untuk penerangan pada malam hari masyarakat hanya penggunakan lampu pelita. Selain itu juga dalam memenuhi kebutuhan listrik, masyarakat juga ada yang menggunakan genset dengan pengeluaran setiap keluarga paling kecil mencapai Rp 300 ribu per bulannya.

”Itupun sangat-sangat terbatas penggunaan genset, mulai pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB. Belum lagi ditambah pemeliharaan genset, namun sekarang lebih murah dengan kehadiran PLTS hanya Rp 40 ribu per bulan,” ungkapnya.

Masih kata Iskandar lagi, mulai sekarang pihaknya terus memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap komponen PLTS yang perlu biaya pemeliharaan dan pembelian komponen. Dengan berdirinya BUMDes nanti, semuanya dapat terjawab dalam pengelolaan PLTS. Ia berharap tersimpan dana yang terkumpul dari masyarakat, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha lainnya.

”Maklum, usia baterai PLTS paling tidak 5 tahun. Nah, itu semua harus kita pikirkan dari sekarang. Agar PLTS tersebut bisa mengalirkan listrik ke masyarakat selamanya. Bahkan, bisa dalam 5 tahun mendatang dapat bertambah PLTS,” tuturnya.

Sekarang pelanggan PLTS mencapai 485 rumah, termasuk fasilitas umum. Namun, ada juga masyarakat yang belum menikmati penerangan listrik dengan PLTS. Dikarenakan, kondisi rumahnya cukup jauh belum dapat terjangkau. ”Mudah-mudahan, semua dapat dinikmati penerangan listrik. Bertahaplah,” singkatnya.

Sementara itu salah seorang warga Atan mengungkapkan, telah berfungsinya PLTS di kampungnya sangat membantu dalam memacu ekonomi keluarga. ” Sangat murahlah, jadi biaya sebelumnya dapat dipergunakan untuk yang lain,” ucapnya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar