Dua Pemuda di Tanjungpinang Cabuli Remaja Umur 13 Tahun

939
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Jajaran Polsek Tanjungpinang Barat, Rabu (20/4) lalu, meringkus DA (23) dan AA (25), pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur sebut saja Bunga (13). Dua pemuda itu mencabuli korban di salah satu Wisma yang ada di Tanjungpinang, pada (8/4) lalu.

Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Paten Tarigan membenarkan pihaknya melakukan penangkapan pelaku cabul tersebut. Penangkapan dilakukan pihaknya setelah menerima laporan dari orang tua korban atas kecurigaan melihat gerak-gerik anaknya yang kemudian diminta untuk menceritakan apa penyebabnya.

”Orang tua korban melapor ke kami pada Senin (18/4), yang kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap pelakunya,” ujar Tarigan, Jumat (22/4).

Dikatakan Tarigan, perbuatan pencabulan yang dilakukan DA itu tidak sendirian. Ia bersama salah seorang rekannya AA (25), yang sempat kabur ke Pekanbaru.

”Anggota (polisi) melakukan pengejaran dan berhasil menangkap AA di Pekanbaru. Saat ini pelaku dalam perjalanan dibawa ke sini (Tanjungpinang),” kata Tarigan.

Dilanjutkan Tarigan, perbuatan pencabulan terhadap korban dilakukan di salah satu wisma yang sebelumnya telah di sewa oleh pelaku. Perbuatan itu sendiri dilakukan sudah dua kali.

”Yang pertama DA mengambil kamar di wisma tersebut dan mengajak korban menginap di sana hingga terjadilah perbuatan pencabulan. Kedua pencabulan terjadi di wisma yang sama. Di sini kedua pelaku bergantian menyetubuhi korban,” ucap Tarigan.

Saat ini, jelas Tarigan, selain telah menangkap kedua pelaku, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya satu helai mini set warna biru dan satu helai kaos dalam warna coklat.

”Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka kami jerat dengan pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkas Tarigan.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar