Festival Sungai Carang 2016 akan Digelar Malam Hari

1005
Pesona Indonesia
Festival Sungai Carang akan  ikut meramaikan Festival Bahari Kepri (BRK) Oktober mendatang. foto:dok
Festival Sungai Carang akan menjadi bagian Festival Bahari Kepri (BRK) Oktober mendatang. foto:dok

batampos.co.id – Mimpi Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi yang ingin menggelar Festival Sungai Carang (FSC) pada malam hari akan segera terwujud. Pasalnya iven tersebut menjadi salah satu kegiatan yang akan dikemas elegan untuk menyemarakan Festival Bahari Kepri yang merupakan rangkaian Sail Karimata 2016.

“Dari sekian banyak rangkaian iven dalam Festival Bahari Kepri, FSC akan menjadi warna tersendiri dalam kegiatan itu nanti,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Guntur Sakti kepada wartawan usai Rapat Koordinas Kementerian dan Lembaga Bersama Pemprov Kepri terkait persiapan Sail Karimata 2016 di Hotel CK, Tanjungpinang, Jumat (22/4).

Menurut Guntur, kebulatan tekad pihaknya untuk menyelanggarakan FSC 2016 pada malam hari tentunya tidak lepas dari prakarsa Bapak Rida K Liamsi. Gagasan ini, menjadi semangat bagi bangkitnya dunia pariwisata bahara di Provinsi Kepri. Apalagi kapal-kapal hias yang akan terlibat akan diwarnai dengan berbagai lampu hiasan. Sehingga akan terlihat menarik.

“Pada launching Festival Bahari Kepri, kita juga menargetkan berlabuhnya sekitar 100 kapal yacht di perairan Penyengat. Sehingga bisa menyaksikan langsung parade FSC,” jelas Guntur.

Masih kata Guntur, untuk menambah semaraknya rangkaian FSC, di kawasan tepi laut Tanjungpinang akan dibangun panggung yang besar. Selain itu, panitia akan menggunakan tongkang untuk panggung di atas laut. Panggung tersebut akan difungsikan sebagai tempat hiburan dan kegiatan-kegiatan seni budaya lainnya.

“Waktu yang tersisa ini, akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk persiapan. Sehingga rangkaian-rangkaian sudah kita susun berjalan sesuai rencana,” jelasnya lagi.

Pejabat yang sudah malang melinta diberbagai posisi strategis tersebut juga mengatakan, pembagian tugas juga sudah dipetakan. Baik itu aspek pengamanan, persiapan kegiatan. Disebutkannya juga, satu hari sebelum digelar Festival Bahari Kepri terlebih dahulu akan dilaksanakan eco heroes di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

“Pada hari itu, kita sama-sama membasmi sampah-sampah yang ada di Pulau Penyengat. Apalagi Pulau Penyengat tengah dirancang untuk diusulkan menjadi warisan budaya dunia. Tentu harus terlihat indah dan rapi,” papar Guntur.

Ditambahkannya, pembukaan Festival Bahari Kepri akan digelar bertepatan pada hari Sumpah Pemuda yakni 28 Oktober mendatang. Dijelaskannya kenapa pada itu, adalah untuk menyatukan persepsi pemuda nusantara, kalau Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu berasal dari Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

“Selain parade kapal sungai carang, pada malam hari juga direncanakan pelepasan 1.000 lampion ke udara. Tentu ini akan menyuguhkan entertaint yang menarik bagi masyarakat,” tutup Guntur.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar