Kisah Lengkap Penangkapan Kasat Narkoba Polres Belawan

3344
Pesona Indonesia
Ichwan Lubis
Ichwan Lubis

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi menahan Kasat Narkoba Polres Belawan AKP Ichwan Lubis, yang ditangkap Kamis (21/4) lalu. Selain diduga terlibat tindak pidana pencucian uang, Ichwan juga ditengarai memeras seorang bandar narkoba.

Hal ini terungkap dari hasil penyadapan yang dilakukan BNN. Dalam rekaman pembicaraannya di ponsel, Ichwan meminta uang sebesar Rp 8 miliar kepada seorang bandar narkoba. Ichwan mengaku uang tersebut akan diberikan kepada Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso (Buwas).

“Dia mengatasnamakan (uang Rp8 miliar) untuk pimpinan BNN. Berartikan saya,” ujar Buwas saat memberikan keterangan pers di Kantor BNN, Jakarta, kemarin (22/4).

Buwas membeber, tim BNN bergerak cepat setelah ada informasi terkait transaksi mencurigakan yang melibatkan Ichwan. Untuk memastikannya, lantas dilakukan penyadapan.

Dari rekaman penyadapan itulah, diketahui Ichwan telah melakukan pemerasan.

Di rekaman itu juga Ichwan menyebut uang Rp 8 miliar untuk jenderal bintang tiga. “Di situ (rekaman sadapan, red) dia menyebut pangkat, untuk bintang tiga. Dia bilang bintang tiga masa cuma dikasih sekian,” cerita Buwas.

Ichwan menjanjikan kepada bandar narkoba yang diperas itu, kasusnya dihentikan dan dia bisa bebas. Dikatakan Buwas, Ichwan memang sebelumnya pernah menangani kasus si bandar itu, sehingga sudah kenal. Hanya saja, Buwas tidak menyebut nama si bandar yang diperas. Namun, kabar yang beredar, nama dimaksud adalah Tjun Hin alias Ahin yang sudah berstatus tersangka.

Buwas mengatakan, penangkapan Ichwan dilakukan Kamis (21/4), setelah berdasar rekaman penyadapan, hari itu akan terjadi transaksi penyuapan. Turut diamankan seorang kurir pengantar uang dari si bandar narkoba.

Tim BNN mengantongi barang bukti uang tunai senilai Rp 2,3 miliar di rumahnya di Jalan Tuasan No 71 D Kelurahan Siderejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Medan.

Dikatakan Buwas, Ichwan juga baru saja membeli mobil baru. Kemungkinan besar, uang yang dipakai untuk membeli mobil berasal dari bandar narkoba. Karenanya, Buwas mengatakan, tidak tertutup kemungkinan Ichwan bakal dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Kalau ternyata TPPU, hartanya kita sita,” tegas mantan Kabareskrim Mabes Polri itu sembari mengaku sudah melaporkan kasus ini kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Sementara Direktur Prekusor dan Psikotropika (P2) Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra ketika dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, penangkapan Ichwan tekait pengungkapan jaringan internasional yang dikendalikan Toni alias Togi dari Lapas Lubukpakam, beberapa waktu lalu.

“Tersangka T merupakan pengendali dari dalam sel. Dia memesan narkoba pada warga Malaysia,” ungkap Anjan Pramuka singkat, kemudian menutup ponsel selulernya.

Sekadar mengingatkan, jaringan Toni terbongkar ketika BNN bersama Polda Sumut, Polres Deliserdang, dan TNI melakukan penggeledahan di Lapas Lubukpakam, Sumatera Utara, 25 Maret lalu. Saat itu, BNN Pusat meringkus tersangka Toni alias Togi yang merupakan tersangka pengendali bisnis narkoba.

Selanjutnya, dilakukan pengembangan yang akhirnya berhasil menangkap tersangka Tjun Hin alias Ahin di Komplek City Residence, Jalan Sempurna A8, Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, Jumat (1/4) lalu. Bersama tersangka A Hin itu, petugas menemukan 21 kilogram sabu-sabu, 50 ribu butir pil ekstasi dan 6 ribu butir pil happy five.

Sementara menurut informasi yang diterima Sumut Pos (grup Batam Pos), setelah diringkus dari rumahnya, AKP Ichwan Lubis terlebih dahulu dibawa ke Mapolda Sumut lalu sempat diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sumut.

Sebelumnya, pada Selasa (19/4) lalu, Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso mendapat surat dari BNN Pusat dengan nomor B/1154/IV/DR/PB.06/2016/BNN yang terbit pada tanggal 19 April 2016 yang meminta agar Kasat Narkoba Polres Belawan dihadapkan guna pemeriksaan lanjutan. Permintaan tersebut disebutkan dalam surat yang ditanda tangani langsung Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf yang dikonfirmasi, Jumat (22/4) siang di Mapoldasu sempat membantah. Dikatakan Helfi kalau AKP Ichwan Lubis dibawa BNN Pusat untuk membantu membongkar jaringan narkoba di Sumut.

Disebut Helfi, hal itu karena AKP Ichwan Lubis mengetahui banyak jaringan narkoba di Sumut. Disebut Helfi kalau permintaan itu disampaikan BNN Pusat secara resmi dan tertulis kepada Kapolda Sumut, sejak sepekan lalu.

“Oleh karena itu, kemudian diberi solusi untuk kordinasi dengan narkoba, kemudian yg bersangkutan dipersilahkan membantu memberikan bantuan secara langusng kepada BNN, untuk pengembangan jaringan yang ada di Sumatera Utara ini, “ ungkap Helfi.

Disinggung kabar Ichwan terlibat dengan jaringan narkoba di Sumut, Helfi berkilah dengan mengatakan, pihak BNN Pusat yang berkompeten menjawabnya. Begitu juga ketika ditanya penemuan uang Rp 2,3 miliar di rumah Ichwan  serta rekening gendut milik Ichwan dan juga transaksi yang mencurigakan dari rekening itu, Helfi mengarahkan untuk mengkonfirmasi pada BNN Pusat.

Belakangan, melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut MP Nainggolan, Polda Sumut yang semula bungkam akhirnya angkat bicara mengklarifikasi penangkapan Ichwan.

“Iya benar. Tadi Kabid Humas juga telah menyampaikan keterangan pada kawan-kawan media. Saat ini dia telah dibawa ke Jakarta,” kata Nainggolan.

Sementara itu Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Syamsudin Lubis juga menegaskan, pihaknya tidak melakukan penahanan atas Ichwan. Sebelum diboyong ke Jakarta, Ichwan hanya dititipkan sementara di kantor Propam Polda Sumut.

“Kemarin dia ada dititipkan, bukan ditahan. Itu semalam sore dia hanya dititipkan,” kata Kombes Syamsudin Lubis.

Saat Sumut Pos (grup batampos.co.id) datang ke rumah Ichwan di Jalan Tuasan, Kelurahan Siderejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, terlihat suasana begitu sepi. Rumah mewah berlantai dua itu bahkan seperti tidak berpenghuni lagi. Sejumlah sendal dan sepatu, juga terlihat berserakan di lantai teras rumah itu. Sementara warga sekitar rumah itu, juga tidak terlihat. Pada gang rumah itu, terhitung hanya ada enam unit rumah yang terbilang semuanya berukuran besar. Pada beberapa rumah, terlihat mobil terparkir. Namun pagar dan pintu rumah terlihat terkunci rapi.

Ramah dan Sopan

Sehari paska-diamankan BNN, Ichwan menjadi perbincangan hangat di kalangan petugas kepolisian jajaran Mapolres Pelabuhan Belawan, Jumat (22/4). Pasalnya, Ichwan dikenal sosok yang santun dalam berbicara, bertindak sopan, dan tegas.

Kasubag Humas Polres Pelabuhan Belawan, AKP Martobu Purba mengaku, Ichwan yang kini menjadi terperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang, merupakan sosok perwira polisi yang diketahui berperilaku baik dalam kedinasan.

“Saya sangat terkejut atas beredarnya kabar Pak Ichwan itu. Di dalam kedinasan, dia orangnya baik dan dikenal ramah,” katanya.

Tak hanya dikenal ramah, Ichwan juga gigih di dalam bekerja. Bahkan, pada Operasi Bersinar 2016 di jajaran Polda Sumut, pria berkulit putih yang telah dikaruniai dua orang anak ini, meraih peringkat kedua atau berhasil mengungkap 92 kasus narkoba dengan jumlah 103 orang tersangka.

“Ya, kawan media juga tahu kalau dia bergaul seperti apa. Macam tak mungkin kalau menjadi TO (target operasi) petugas BNN pusat,” ungkap Purba.

Ichwan, pria kelahiran Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara ini tercatat mulai bertugas di jajaran Polres Pelabuhan Belawan sejak 2013 lalu, dengan jabatan Kanit Intelkam Polsek Belawan.

Setahun kemudian, iapun menduduki posisi sebagai Kanit Reskrim di Polsek yang sama.

“Ketika menjabat Kanit Reskrim Polsek Belawan Pak Ichwan banyak mengungkap berbagai kasus narkoba, salah satunya 1 kilogram sabu di Bagan Deli, Belawan. Dari situ (tahun 2015, red) dia dipromosikan menjadi Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan,” sebutnya.

Bukan cuma mengungkap berbagai kasus narkoba saja, Ichwan pria jebolan sekolah perwira kepolisian ini juga dinilai mampu membangunan kemitraan, baik dengan para alim ulama, tokoh masyarakat, pemuda maupun muspika di wilayah Utara Kota Medan.

“Setahu kami, baik secara kedinasan maupun kemitraan dia cukup baik. Jadi seperti tidak percaya kalau beliau menjadi terperiksa oleh petugas BNN,” ujar Purba.

Selain, Kasubag Humas Polres Pelabuhan Belawan yang mengaku terkejut atas penangkapan AKP Ichwan Lubis, para anggotanya di Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan turut merasa keheranan. Suasana di kantor polisi yang terletak di Jalan Pelabuhan Raya, Belawan itupun tidak terlihat seperti biasanya.

“Sejak hari Kamis (21/4) komandan itu (Ichwan) tak masuk kantor. Kabarnya sudah dibawa ke Jakarta oleh BNN, Pak Kapolres infonya tadi juga berangkat ke sana,” tutur bintara polisi yang enggan ditulis namanya.

Anggota polisi berdarah Batak ini mengaku sangat prihatin atas diamankannya Ichwan oleh petugas BNN pusat. Apalagi, sekitar satu minggu yang lalu orangtua kandung dari istrinya baru saja meninggal dunia di Tebingtinggi.

“Habis diwisuda S2, nggak lama bapak mertuanya meninggal dunia. Jadi keluarga Pak Ichwan masih dalam kondisi berkabung,” tambah dia. (sam/rul/ain/adz/jpgrup)

Respon Anda?

komentar