PPTK Tidak Tahu Negosiator Pembelian Mess Pemda dan Asrama Mahasiswa Anambas

927
Mess Pemda Anambas di Tanjungpinang. foto:net
Mess Pemda Anambas di Tanjungpinang. foto:net

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten kepulauan Anambas, Zulfahmi, yang menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) belanja modal pengadaan Mess Pemda dan Asrama Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Anambas di Tanjungpinang mengaku tidak tahu menahu┬ásiapa yang melakukan negosiasi dengan pemilik rumah. Padalah dirinya yang melakukan pencairan dana untuk membayar mess pemda dan asrama itu.

Dirinya mengaku hanya menganggarkan saja yakni Rp 2 miliar untuk pembelian mess pemda. Sementara asrama mahasiswa putra dan putri masing-masing sebesar Rp 1,5 miliar.

“Saya tidak tahu siapa yang melakukan negosiasi dengan pemilik rumah, tiba-tiba ada anggota tim yang mengajukan pencairan dengan rincian mess pemda sekitar Rp 1,8 miliar, mess putra sekitar Rp1 miliar dan mess putri sekitar Rp 1,390 miliar,” ungkapnya kepada wartawan.

Meski sedikit janggal namun itulah yang ia katakan. Ketika disinggung mengenai ada salah satu pemilik mess yang merupakan kerabatnya, dirinya mengelak. Menurutnya bukan kerabat tetapi salah satu pemilik rumah tersebut hanya kenalan istrinya saja, tidak lebih.

“Ibu Rina Bono itu pemilik asrama putri, dia bukan saudara kita tapi teman istri, demikian juga pak Risman Bachkri (Pemilik mes pemda) juga teman istri,” ungkapnya.

Akunya semuanya sudah dijelaskan kepada pihak Kejaksaan Tinggi ketika dirinya dipanggil beberapa waktu lalu. Dirinya juga mengakui bahwasanya sebelum pihak Kejaksaan Tinggi Kepri memeriksa dirinya, terlebih dulu Kejaksaan Negeri Ranai juga sudah memeriksanya.

“Itulah yang kita jelaskan kepada pihak Kejati, sama dengan yang saya jelaskan dengan Kejaksaan Negeri Ranai,” ungkapnya.

Dari informasi yang sudah didapatkan Batampos (grup batampos.co.id), yang melakukan negosiasi dengan pemilik rumah adalah salah satu anggota dewan berisinial Ar. Namun hingga kini Ar, belum bisa dihubungi dan dimintai keterangan karena periode ini dia sudah tidak menjabat lagi.

Berita sebelumnya, Sekda Anambas Radja Tjelak Nur Djalal telah menjadi tersangka pertama dalam kasus dugaan kasus mess pemda dan asrama putra dan putri Kabupaten Kepulauan Anambas. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar