Wapres RI Harap Singapura Bantu Ektradisi Buron Kakap RI

503
Pesona Indonesia
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (foto: jpnn)
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Predikat Singapura sebagai negara tertib hukum dipertanyakan. Pertanyaan itu tersirat disampaikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf kalla terkait buron Indonesia yang sembunyi di Singapura.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah mengapresiasi kerja sama pemerintah Tiongkok dalam penangkapan dan pemulangan Samadikun Hartono.

Sementara hingga saat ini, masih banyak buron lain yang disinyalir tinggal di Singapura.

“Sekiranya kita ada (perjanjian) ekstradisi dengan Singapura akan jauh lebih banyak lagi (yang tertangkap). Cuma Singapura tidak pernah mau teken,” ujar Pak JK di Istana Wakil Presiden, Jumat (22/4).

Menurut JK, penangkapan dan pemulangan buron yang kabur ke luar negeri memang akan lebih terbuka jika negara yang bersangkutan memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Misalnya, Adrian Kiki Ariawan (bos Bank Surya) yang kabur ke Australia dan berhasil dipulangkan melalui proses ekstradisi.

“Tetapi justru daerah yang paling banyak orang melarikan diri, yaitu Singapura nggak ada (perjanjian ekstradisi),” katanya.

“Kita harapkan mudah-mudahan Singapura nanti mau mengubah pikiran untuk menandatangani perjanjian ekstradisi,” sebut JK.

Apalagi, Tiongkok yang selama ini relatif tertutup, kini bersedia bekerjasama dalam penangkapan koruptor. Ini karena Tiongkok kini juga kian gencar memberantas korupsi di negaranya.

Isu panas seputar ekstradisi kembali mencuat usai tertangkapnya dua buron, Samadikun Hartono di Tiongkok dan Hartawan Aluwi di Singapura.

Sementara itu, terkait upaya hukum terhadap Samadikun Hartono, JK mengatakan jika mantan bos Bank Modern itu sudah divonis penjara dan denda Rp 169 miliar. Menurut dia, denda itu harus segera dibayar.

“Jadi selama dia tidak mau bayar, aset miliknya yang diketahui bisa disita,” ujarnya. (owi/jawa pos/jpnn)

Respon Anda?

komentar