Warga Komplain, DKP Dinilai Lamban Atasi Tumpukan Sampah

611
Pesona Indonesia
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Trans Barelang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Trans Barelang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat di wilayah Sagulung banyak yang komplain terkait buruknya pelayanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam.

Pengangkutan lamban, sehingga sampah menumpuk di berbagai perumahan warga. “Dalam reses saya, ini yang mengemuka,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono, Jumat (22/4).

Setiap tahun lanjut Djoko permasalahan sampah tidak pernah selesai. Meskipun DPRD sering mengingatkan mitra kerjanya itu, namun tak pernah ada peningkatan. “Selama ini kerja DKP sangat lamban, banyak warga yang mengeluh,” katanya.

Karena lambannya pengangkutan, masyarakat terpaksa membakar sampah. Agar tidak menumpuk dan menimbulkan penyakit serta bau menyengat. “Seperti di jembatan Nato Sagulung, setiap kesana ada saja sampah yang dibakar,” tuturnya.

Adapun pengangkutan tidak pernah tuntas, sering tercercer. “Ada saja sampah yang tertinggal. Tidak pernah bersih,” ungkap Politikus Partai Golongan Karya ini.

Demikian dengan petugas penyapu jalanan, hanya bertumpuk di wilayah Batamkota saja. Karenanya jalanan di wilayah lainnya seperti Sagulung, dipenuhi sampah, serta pasir. “Saya sudah pernah sidak dan keliling Sagulung, tak satupun petugas yang saya temui,” bebernya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam lainnya, Bustamin Hasibuan juga menyatakan hal yang sama. Saat reses masyarakat yang berada di daerah pemilihan (Dapil) nya di Bengkong-Batuampar mengeluhkan lambannya pengangkutan sampah.

Bahkan lanjut Bustamin, di jalan Tanah tak jauh dari Kantor Kecamatan Bengkong Sampah berserakan sepanjang seratus meter. “Kemarin (Kamis) kesana, sampahnya menggunung. Bau busuk dan banyak lalat,” beber Bustamin.

Hal tersebut tentu saja menganggu kesehatan warga yang ada di sekitarnya. “Kita berharap DKP cepat tanggap,” tutupnya. (hgt)

Baca juga:

Warga Cipta Asri Tembesi Kecewa, Retribusi Rutin Dipungut Tapi Sampah Jarang Diangkut

Sampah Berserakan di Ruas Jalan Baru Belakang Uniba

Perda Sampah di Batam Mulai Diterapkan, Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Rp 50 Juta

Perda Lamban Diterapkan, Banyak Warga Buang Sampah Sembarangan

DPRD Tuding DKP Batam Tempatkan Petugas Kebersihan Hanya di Pusat Kota

Jarang Diangkut, Warga Buang Sampah di Pinggir Jalan

Respon Anda?

komentar