Sopir Disandera dan Diintimidasi, Damri Minta Dishub Tegas

640
Pelajar saat menumpang Bus Trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Pelajar saat menumpang Bus Trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Aksi kekerasan, intimidasi, dan penyanderaan yang dialami sopir Bus Trans Batam dari oknum-oknum sopir angkutan kota (angkot) membuat Perum Damri selaku operator bus Trans Batam prihatin. Mereka meminta Dishub dan Kepolisoan bisa membantu mengatasi persoalan ini.

Staf operasional Perum Damri, Surung Togi Pahpahan di pool perum Damri, Tanjunguncang, Sabtu (23/4/2016) mengatakan Dishub Batam dituntut untuk kembali turun memberikan sosialiasi kepada para sopir angkot agar memahami aturan yang sebenarnya.

“Jangan asal main bar-bar kayak gini. Ini (Trans Batam) jelas hukumnya, milik pemerintah dan dibutuhkan masyarakat, jangan asal protes. Kalau mau protes ya protes ke Dishub,” tutur Surung.

Mengenai kejadian penyanderaan itu sendiri, kata Surung, pihaknya percaya kepada Pemko Batam dan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi bar-bar tersebut.

“Sebab ini sudah keterlaluan, kemarin di pukul, sekarang di sandera, kedepannya apalagi nanti. Jangan main hajar seenaknya dong, ini negara hukum,” kata Surung.

Kepada pihak kepolisian, Surung berharap agar laporan penganiayaan sebelumnya serta kejadian penyanderaan yang dialami Bobi dan Jihan ini diusut tuntas karena sudah sangat meresahkan.

“Laporan pertama kalau nggak salah sudah sampai Polda, semoga ditindak tegas agar jangan lagi ada aksi serupa,” kata Surung.

Kepada Pemko Batam dalam hal ini Dishub Batam agar segera mengambil tindak tegas terhadap izin operasional angkot yang kerap mengancam keberadaan Trans Batam.

“Kemarin kata Wawako (Amsakar Ahmad) mau bentuk tim kecil untuk membahas masalah ini, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Tolonglah pak, biar anggota di lapangan bisa kerja dengan tenang. Jangan dikit-dikit dikeroyok, disandera kayak gini,” pintah Surung.

Bagaimanpun sambung Surung, kehadiran Trans Batam cukup membawa angin segar bagi masyarakat Batam yang mengidamkan pelayanan transportasi yang nyaman dan murah.

“Jadwal operasional berkurang saja diprotes, apalagi lakau ditiadakan, akan kecewa masyarakat,” ujar Surung. (eja/bp)

Respon Anda?

komentar