Ini Hasil Kunjungan Kerja Jokowi di Eropa

659
Pesona Indonesia
Presiden Jokowidodo bersama Kanselir Jerman Angela Merkel. Foto: Hannibal Hanschke/reuters
Presiden Jokowidodo bersama Kanselir Jerman Angela Merkel. Foto: Hannibal Hanschke/reuters

batampos.co.id – Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 5 hari di 4 negara Eropa, membuahkan hasil manis.

Menurut Jokowi, selain pertemuan dengan para kepala negara/pemerintah, lawatan ke Eropa juga mempertemukan para pebisnis Indonesia dan Eropa.

“Hasilnya, kita dapatkan deal business (kesepakatan bisnis atau investasi) USD 20,5 miliar,” ujarnya usai tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu petang (23/4/2016).

Jokowi mengatakan, kesepakatan bisnis senilai kisaran Rp 270 triliun itu menunjukkan pelaku bisnis di Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda, menyambut positif reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah Indonesia.

“Terutama deregulasi ekonomi sangat disambut positif,” katanya.

Hal lain yang membanggakan dari hasil lawatan ke Eropa, kata Jokowi, adalah tingginya apresiasi dan harapan negara-negara barat terhadap Indonesia. Itu terkait peran strategis Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim yang moderat, demokratis, dan toleran.

“Itu menjadi aset diplomasi Indonesia di mata dunia,” ucapnya.

Sementara itu, di masing-masing negara yang dikunjungi, pemerintah menjalin kerjasama yang difokuskan pada satu bidang yang menjadi keahlian. Misalnya, dengan Jerman, pemerintah fokus pada kerjasama pelatihan dan pendidikan vokasi untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil siap kerja.

Adapun dengan Inggris, kerjasama difokuskan pada kreatif ekonomi dan industri kreatif. Hasil kunjungan ini akan ditindaklanjuti oleh Badan Ekonomi Kreatif.

“Saya senang melihat 5 designer muda Indonesia yang memajang produknya di Department Store besar yang ada di London,” sebut Jokowi.

Sementara di Belgia dan Uni Eropa, pemerintah fokus membahas Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), skema kerjasama  perdagangan bebas dengan Eropa. Sedangkan di Belanda, pemerintah fokus bekerjasama di bidang maritim dan pengelolaan air yang menjadi keahlian Negeri Kincir Angin itu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan, antusiasme pelaku usaha di Eropa untuk bekerjasama dan menanamkan investasi di Indonesia, menunjukkan tingginya kepercayaan mereka pada prospek ekonomi Indonesia. “Ini sinyal positif yang membanggakan,” ujarnya. (owi/jpgrup)

Respon Anda?

komentar