Pak Polisi, Dua Petugas Trans Batam Disandera

1143
Pesona Indonesia
Warga menaiki bus Trans Batam di Halte simpang Kabil, Sabtu (23/4/2016). Bus Trans Batam ini sangat diminati oleh warga Batam, selain murah, nyaman dan aman tanpa ugal-ugalan. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Warga menaiki bus Trans Batam di Halte simpang Kabil, Sabtu (23/4/2016). Bus Trans Batam ini sangat diminati oleh warga Batam, selain murah, nyaman dan aman tanpa ugal-ugalan. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Aksi brutal kembali ditunjukkan oknum sopir Bimbar. Kali ini dua petugas bus Trans Batam, disandera di depan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Batam, Jumat (22/4/2016) pukul 18.00 WIB, kerena dinilai telah melewati jam operasional.

Kedua petugas sopir bus Trans Batam yang disandera yakni Bobi sopir Trans Batam dan Jihan kernet Trans Batam.

Menurut informasi dari Kardiman, rekan bobi sesama sopir bus Trans Batam, keduanya disandera selama empat jam lamanya oleh oknum sopir Bimbar, mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

“Alasannya mereka tidak terima bus Trans Batam beroperasional lewat dari pukul 17.00 WIB,” kata Riski, kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), saat dijumpai di terminal Tanjungucang, Sabtu (23/4/2016).

Kardiman menjelaskan, kejadian itu bermula ketika Bobi dan Jihan berangkat dengan rute Tanjunguncang-Batamcenter. Dari Tanjunguncang keduanya bergerak mulai pukul 16.00 WIB, dan tiba di Batamcenter sekitar pukul 17.00 WIB, dan langsung putar balik ke Tanjunguncang sambil membawa penumpang.

Karena di perjalanan macet dan banyak lampu merah, sampai di Jalan Brigjend Katamo sudah masuk pukul 18.00 WIB.

“Tiba di simpang lampu merah Fanino, setelah menurunkan penumpang terakhir di halte, mereka dicegat dan diminta ke pinggir, lalu kunci mobil diambil,” ujar Kardiman.

Lanjut Kardiman, aksi penyanderaan itu berhenti setelah ada beberapa petugas kepolisan datang dan meminta dibebaskan.

Pengawas keberangkatan bus Trans Batam terminal Tanjunguncang, Riski menuturkan, hampir setiap hari petugas bus Trans Batam mendapatkan intimidari dari para oknum sopir Bimbar. “Pagi dan sore pasti ada bentrok dulu,” kata Riski.

Aksi bentrok kerap terjadi di halte Simpang Frengky. Bus Trans Batam dilarang mengambil penumpang dari halte tersebut. Akibatnya para sopir Trans Batam, tidak bisa bekerja dengan tenang karena takut.

“Jadi kita serba salah, masyarakat butuh pelayanan dari kita,”tutupnya. (cr14/bp)

Respon Anda?

komentar