Sopir Bus Trans Batam Disandera, Ini Kata Kapolresta Barelang

1357
Pesona Indonesia
Kapolresta Barelang Kombes Pol, Helmy Santika Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos
Kapolresta Barelang Kombes Pol, Helmy Santika
Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos

batampos.co.id – Kasus penyanderaan kelompok sopir angkutan kota (angkot) terhadap sopir bus Trans Batam menuai banyak kecaman dari masyarakat. Mereka menuding, tindakan anarkis yang dilakukan supir angkot tersebut sudah kelewat batas.

“Sekarang sandera mobil trans Batam. Besok apalagi. Mau mukul supirnya,” kecam Andi, pengguna jasa Trans Batam.

Baca Juga: Sopir Disandera dan Diintimidasi, Damri Minta Dishub Tegas

Di tempat terpisah, Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika tidak mau berkomentar banyak terkait masalah itu. Saat ditanya, Helmy mengaku masalah tersebut sudah selesai, baik sopir angkot dan supir bus Trans Batam sudah damai.

“Kan kemarin masalahnya udah diselesaikan baik-baik,” ujar Helmy singkat, Sabtu (23/4/2016).

Menurutnya, permasalahan ini seharusnya menjadi domain Pemko Batam dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Batam. Bagaimana dishub mensterilkan halte-halte di Batam. Membagi jadwal dan rute agar tidak terjadi lagi penyanderaan ini.

“Penyebabnya bisa saja macet. Seharusnya pukul 06.00 WIB sudah selesai jadwal trans Batam, namun karena macet masih beroperasi. Tahu-tahu supir angkot lihat dan tidak terima. Dishub seharusnya lebih tahu,” ungkapnya lagi.

Terkait tindakan anarkis yang dilakukan supir angkot, Helmy mengaku akan membentuk tim Badan Koordinasi Lalu Lintas (Bakorlantas) Polresta Barelang. Tim ini bertujuan meminimalisir tindakan di jalanan seperti penyanderaan tersebut.

“Ini kita tawarkan ke Pemko Batam. Belum terealisasi karena masih menunggu persetujuan dari masing-masing instansi (Pemko Batam dan Polresta Barelang),” tutup Helmy. (rng/bp)

Respon Anda?

komentar