Ada Alokasi Beasiswa bagi Anak Bintan yang Mau Kuliah

907
Pesona Indonesia
Fiven Sumanti. foto:fatih/batampos
Fiven Sumanti. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Jelang akhir tahun ajaran baru, orang tua mulai disibukkan dengan kelanjutan jenjang pendidikan anak-anaknya. Seperti yang dialami Sutini, warga Desa Toapaya Utara. Ibu tiga anak ini sedang pusing memikirkan nasib pendidikan putra sulungnya yang akan selesai dari bangku menengah atas tahun ini. “Gimana nggak pusing, kuliah itu biayanya tinggi kan,” ujar Sutini, kemarin.

Keterbatasan ekonomi cukup menyita perhatian Sutini. Karena ia tahu, begitu besar keinginan melihat putranya bisa mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Ihwal beasiswa, Sutini mengaku pernah mendengarnya. “Tapi saya tidak paham cara mengurusnya, kalau ada, pasti saya perjuangkan,” ucapnya.

Ungkapan hati Sutini ini sampai ke telinga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan, Fiven Sumanti. Politisi perempuan ini menjelaskan, ada alokasi anggaran beasiswa bagi anak-anak Bintan yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Tapi, ada syaratnya. “Kuliah dulu, baru urus beasiswa. Karena pencairannya butuh surat keterangan kuliah dari kampusnya,” kata Fiven.

Anggota Komisi III DPRD Bintan membidangi pendidikan ini menambahkan, aplikasi permohonan beasiswa itu bisa diantar langsung ke bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Bintan. Jangan lupa pula, sambung Fiven, melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa/kelurahan setempat.

“Apalagi kalau dia yang kuliah ini sebelumnya berprestasi. Saya kira, tidak ada alasan bagi Kesra untuk tidak membantunya,” kata politisi Partai Golkar ini.

Agar ketakutan dan kerisauan sebagaimana yang dialami Sutini tidak menjangkit warga lainnya yang berkeinginan menguliahkan anaknya, Fiven meminta kepada jajaran Pemkab Bintan bisa turut lebih proaktif melaksanakan sosialisasi mengenai program bantuan semacam ini. Menurutnya, itikad baik pemerintah daerah yang menginginkan seluruh anak Bintan bisa kuliah mesti didukung melalui sosialisasi masif.

“Kalau perlu sampai ke sekolah-sekolah atau kantor-kantor desa/kelurahan,” tegas Fiven.

Hal ini tentu bakal sejalan dengan program besar Pemkab Bintan yang menginginkan satu rumah setidaknya ada satu sarjana. Fiven menginginkan program baik semacam ini tetap mendapat dukungan solid dari pemerintah. “Bagaimana pun, di era sekarang ini setidaknya anak memang harus punya ijazah perguruan tinggi. Karena itu, anak Bintan harus jadi sarjana,” tegasnya.

Komisi III DPRD Bintan sendiri, sambung Fiven, tetap mendukung alokasi anggaran besar di sektor pendidikan. Kendati kondisi anggaran daerah tengah digempur defisit. “Ya sebisa mungkin. Karena pendidikan ini prioritas. Pembangunan sumber daya manusia, tidak mungkin terlepas dari pelaksanaan pendidikan yang baik,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar