Gema Lingga Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Persoalan Tambang

505
Pesona Indonesia
Salah satu lokasi tambang pasir di Singkep Barat. foto:rpg
Salah satu lokasi tambang pasir di Singkep Barat. foto:rpg

batampos.co.id – Kisruh penerbitan 23 izin usaha pertambangan (IUP) semakin seru. Setelah sejumlah nama pejabat mulai diperiksa oleh Polres Daik Lingga, nama mantan Bupati dan Pj yang disebut-sebut sebagai dalangnya juga mendapat respon dari Organisasi Masyarakat Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga, Daik.

Zuhardi atau Juai, Ketua Ormas Gema Lingga meminta proses pemeriksaan berjalan transparan. Penegak hukum diminta tidak main mata dengan persoalan ini. Tambang dikatakan Juai telah memporak-porandakan Bunda Tanah Melayu yang notabennya kota budaya yang bersejarah.

“Kita minta tidak pandang bulu. Libas habis semua tindak pidana pelanggar hukum,” seru Juai, Minggu (24/4) siang.

Buruknya administrasi pemerintahan Kabupaten Lingga dipandang Juai sebagai celah sejumlah oknum melakukan praktik pelanggaran hukum. Izin tambang yang menjadi wewenang provinsi tersebut malah diterbitkan diakhir masa jabatan H Daria, mantan Bupati Lingga yang lebih dari 2 periode menduduki posisi nomor satu di Lingga. Sementara Edi Irawan, Pj Bupati yang hanya 5 bulan di Lingga, juga tidak memiliki wewenang terkait masalah prinsip. Namun menerbitakan sejumlah izin tambang.

“Kita sangat apresiasi kinerja Polres yang cepat tanggap. Kita harapkan, persoalan ini dan kebenaran itu terkuak. Pejabat terkait, harus menerima perbuatan mereka. Tapi jangan macam belut, licin dan tiba-tiba hilang mengendap lagi di air keruh,” sambung Juai.

Ia berharap, proses pemeriksaan dan publikasi dari Polres Lingga cepat. Selaku putra asli daerah, banyaknya kasus-kasus yang mengendap ia juga wanti-wanti jika persoalan ini nantinya hilang begitu saja. “Kalau saja persoalan 23 dugaan IUP abal-abal ini di diamkan, main mata, kami Ormas Gema Lingga akan membuat aksi demo besar-besaran. Itu janji kami,” lanjut Juai menindaklanjuti demo Gema di kantor Bupati Lingga beberapa waktu lalu. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar