Hutang Pembangunan Bandara Sipil Akhirnya Dilunasi Pemkab Natuna

632
Pesona Indonesia
Bandara Sipil Ranai yang sudah selesai dikerjakan tahun lalu. foto:aulia rahman/batampos
Bandara Sipil Ranai yang sudah selesai dikerjakan tahun lalu. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Natuna, Suryanto menyatakan, penyerapan belanja daerah hingga bulan April ini sudah 26,05 persen dari pendapatan daerah yang teralisasi.

Sementara hingga bulan April ini, kata Suryanto, pendapatan daerah sudah mencapai 50,3 persen dari total APBD tahun 2016 sebesar Rp 1,155 triliun.

“Penyerapan anggaran sudah termasuk dana desa, gaji aparatur, kegiatan rutin SKPD dan hutang proyek,” kata Suryanto kemarin.

Dikatakan Suryanto, saat ini hutang proyek pembangunan bandara sipil Ranai sudah dilunasi Pemkab Natuna. Artinya tinggal peresmiannya.

“Termasuk hutang bandara sipil, sudah dibayar,” kata Suryanto.

Pendapatan daerah pada tahun 2016 ini, kata Suryanto, yang belum direaliasi adalah khusus bagi hasil pajak provinsi kurang bayar 2015 dan penyaluran untuk 2016, belum disalurkan provinsi.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan akan disalurkan pemprov. Bagi hasil pajak provinsi isi masuk pendapatan lain lain yang sah, totalnya Rp 99,94 miliar, baru terealisasi 26,78 persen,” kata Suryanto.

Suryanto merinci, PAD Natuna tahun 2016 ditargetkan 43,6 miliar, baru direalisasi sebesar 28,81 persen. Sementara pajak daerah yang dikelola Dispenda hanya Rp 5,03 miliar, baru direalisasi sebesar 32,78 persen. Ditambah retribusi yang dikelola SKPD hanya sebesar Rp 546 juta, terealisasi sebesar 6,79 persen.

Tahun 2016 ini, sambung Suryanto, penerimaan dana perimbangan sudah 53,54 persen dari pendapatan sebesar Rp 1,012 triliun. Penerimaan tersebut terbantu penerimaan tunda salur tahun 2014 sebesar Rp 329 miliar.

“Terbantu tunda salur. Kalau murni dana perimbangan tahun ini hanya Rp 11 miliar lebih,” jelas Suryanto.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar