Kapal Besar Enggan Singgah di Pelabuhan Kontainer Batam, Ini Penyebabnya

2227
Pesona Indonesia
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos

batampos.co.id – Pelabuhan bongkar muat Batuampar, Batam, memang menjadi salah satu lumbung duit BP Batam. Namun pengelolaanya masih jauh tertinggal.

Selain sempit, fasilitas pendukung pelabuhan juga sangat minim. Wajar saja banyak kapal yang mengalihkan bongkar muatnya ke negara lain seperti Singapura. Otomatis pendapatan Batam berkurang.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andi Antono mengatakan saat ini kapastitas pelabuhan tersebut maksimal 200 ribu TEUs (twenty-foot equivalent units). Tetapi setiap tahunnya pelabuhan tersebut hanya menampung sekitar 80.000-100.000 TEUs. Atau hanya sekitar 50 persen setiap tahun.

“Kita akui memang sangat minim. Jadi kalau sebulannya itu, maksimal di angka 30 ribu TEUs. Ini sudah termasuk bongkar muat lokal dan ekspor impor,” katanya.

Belasan tahun dermaga utara Batuampar ini beroperasi, tetapi tidak ada perubahan yang siqnifikan.

Jumat (29/4/2016) lalu, aktifitas bongkar muat di pelabuhan dermaga Selatan Batuampar tersebut memang tidak terlalu ramai. Hanya belasan kapal yang sandar di pelabuhan untuk bongkar muat.

Andi Antono mengatakan saat ini panjang dermaga selatan Batuampar memang sangat terbatas. Hanya sekitar 600 meter. Kedalaman lautnya pun sangat dangkal. Hanya sekitar 9 meter. Wajar saja kapal yang bersandar di sana hanya kapal-kapal kecil.

Padahal, sering kapal berukuran besar, mother vessel yang hendak bongkar di Batam. Tetapi akhirnya mengalihkan bongkar muatnya di Singapura karena infrastruktur pelabuhan di Batam yang jauh ketinggalan. Di mana untuk mother vessel minimal kedalaman lautnya 12 meter.

“Kalau kapal mother vessel sandar di Batam, tidak akan bisa. Lautnya terlalu dangkal. Tidak seperti di Singapura yang memang sudah sangat maju,” katanya.

Yang paling memprihatinkan adalah belum tersedianya crane canggih yang bisa digunakan untuk bongkar muat barang dari kapal. Selama ini, crane yang digunakan hanyalah crane kecil.

“Tidak mengherankan kalau, hampir semua kapal yang sandar itu, crane untuk bongkar muat dari kapal itu sendiri,” katanya. (ian/bp)

Respon Anda?

komentar