Lima ABK TB Henry yang Nyaris Disandera Tiba di Indonesia

920
Pesona Indonesia
Lima ABK bersama personel TNI yang ikut mengawal dari perbatasan tiba di Tarakan dan langsung dilakukan serah terima ke pihak Perusahan PT Global Trans Energy International pada Sabtu (23/4/2016) pukul 09.00 Wita. Foto: RURY JAMIANTO / RADAR TARAKAN/JPG
Lima ABK bersama personel TNI yang ikut mengawal dari perbatasan tiba di Tarakan dan langsung dilakukan serah terima ke pihak Perusahan PT Global Trans Energy International
pada Sabtu (23/4/2016) pukul 09.00 Wita. Foto: RURY JAMIANTO / RADAR TARAKAN/JPG

batampos.co.id – Janji Malaysia mengawal Tugboat (TB) Hendry dan tongkang Cristi yang mereka selamatkan dari aksi penyanderaan militan Abu Sayyaf untuk kembali ke Indonesia dibuktikan.

Sabtu (23/4/2016) lalu, Lima ABK TB Henry yang dilepaskan para penyandera lalu diselamatkan ke Malaysia oleh kepolisian perairan Malaysia, tiba di tanah air.

Kapal TB Henry masuk ke perairan Tarakan sekira pukul 02.00 Wita dengan berlabuh jangkar di Pulau Sadau untuk beristirahat.

Beberapa saat kemudian dilakukan perjalanan menuju dermaga Lantamal XIII dengan kawalan dua KRI, yakni KRI Badau–841 dan KRI Slamet Riyadi–352.

Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama Wahyudi Dwiyono, mengatakan pemulangan kelima ABK ini dari Malaysia, dipandu satu nakhoda kapal yang didatangkan langsung dari Jakarta ke Lahad Datu oleh PT Global Trans Energy International.

TB Hendry dan lima ABK itu oleh kepolisian perairan Malaysia diserahkan ke TNI AL di perbatasan Malaysia-Indonesia. Kapal itu kemudian dikawal TNI AL hingga berlabuh di dermaga Lantamal XIII di Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur,  pukul 09.00 Wita.

Kedatangan para ABK ini disambut langsung pihak TNI AL sebelum akhirnya dilakukan serah terima ke pihak perusahan PT Global pada Sabtu (23/4/2016) sekira pukul 09.30 wita.

Lima Anak Buah Kapal (ABK) Tugboat (TB) Henry baru saja berhasil diselamatkan dan telah kembali ke tanah air, yakni Yohanis Serang, Sembara Oktafian, Rohaidi, Royke Frans Montolalu, dan Rumawi.

Masih terdapat satu ABK TB Henry yang berada di Tawau, Malaysia, yakni Lambas Simanukalit.

ABK ini belum bisa dipulangkan lantaran masih menjalani perawatan intensif pihak rumah sakit di Tawau.

Seperti diberitakan, penculikan dan penyanderaan 4 WNI itu terjadi Jumat (15/4/2016) sekitar pukul 18.30. Kapal tunda TB Henry  yang menarik kapal Tongkang Cristi disergap kelompok yang lagi-lagi diduga Abu Sayyaf, di perairan perbatasan Malaysia-Filipina.

Kapal tersebut dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan. Di atas kapal, terdapat sepuluh ABK WNI. Dalam peristiwa tersebut satu orang ABK tertembak, lima selamat dan empat diculik. (jpnn)

Baca Juga:
> Takut Diculik Militan Abu Sayyaf, Amerika Larang Warganya ke Filipina Selatan
> Militer Filipina Minta Indonesia Jangan Bayar Tebusan pada Abu Sayyaf
> Kontak Senjata Lagi dengan Abu Sayyaf, 7 Tentara Filipina Luka
> Malaysia Siap Kawal Kapal TB Henry Kembali ke Indonesia
> Militer Filipina Kuasai 3 Markas Abu Sayyaf, Sandera Belum Ditemukan
> Abu Sayyaf Keluarkan Ultimatum Soal Uang Tebusan
> 14 WNI masih Disandera Abu Sayyaf
> Batasi Ruang Gerak Abu Sayyaf, TNI Kerjasama Filipina dan Malaysia
> Ini Nama ABK TB Henry yang Diculik Militan Abu Sayyaf
> 10 Sandera Belum Dilepas, Abu Sayyaf Kembali Culik 4 ABK TB Henry
> Sudah 20 Hari, Lokasi 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Tak Diketahui
> Tunggu Komando, Pasukan TNI Siap Gempur Militan Abu Sayyaf
> Kata Menlu, 10 Sandera Selamat dari Serangan
> Militer Filipina Mengamuk, 8 Militan Abu Sayyaf Ditembak Mati
> Filipina Tetap Lanjutkan Operasi Pembebasan Sandera
> Ahli Bom Militan Abu Sayyaf Tewas
> Inilah Hambatan bagi TNI untuk Serbu Kelompok Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Suka Menculik lalu Minta Tebusan
> Militer Filipina Berguguran, JK Tetap Yakin 10 WNI yang Disandera Aman
> Mau Bebaskan 10 WNI yang Disandera, 18 Tentara Filipina Tewas, 59 Luka
> Militer Filipina Bentrok dengan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim 10 WNI Masih Aman
> Abu Sayyap Akhirnya Bebaskan Satu Orang Sandera
> Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini
> Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar