Natuna-Anambas Butuh Akses Internasional untuk Angkat Wisatanya

822
Pesona Indonesia
Wisatawan asing saat tiba di Lingga. foto:hasbi/batampos
Wisatawan asing saat tiba di Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terus mematangkan roadmap pariwisata Provinsi Kepri kedepan. Kepala Dispar Kepri, Guntur Sakti mengatakan Natuna dan Anambas membutuhkan entri dan exit point internasional.

“Terkait mimpi besar ini, tentunya membutuhkan sentuhan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari kementerian-kementerian terkait,” ujar Guntur kepada wartawan, akhir pekan lalu di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Menurut Guntur, apabila Natuna dan Anambas sudah memiliki entri dan exit point internasional (Custom, Imigration, Quarantine, Port), kedua daerah tersebut bisa menjadi playgroundnya pariwisata bahari di Kepri. Karena kapal-kapal yacht dari Tioman, Malaysia, bisa mudah untuk masuk ke perairan Kepri.

“Persoalan penting lainnya adalah Kepri belum memiliki sistem pelayanan kesehatan di laut yang memadai. Ini menjadi infrastruktur pendukung untuk perkembangan pariwisata Kepri,” jelas Guntur.

Selain itu, Guntur juga menyebutkan, di Kabupaten Lingga juga diusulkan untuk dibangun Pelabuhan Khusus Pariwisata atau Pelabuhan Kapal Yacht. Karena ada zero equator pelabuhan khusus pariwisata. Tentu itu juga akan menjadi daya tari bagi merapatnya kapal-kapal yacht luar negeri ke Kabupaten Lingga.

“Mimpi kami adalah menjadi Kepri sebagai pusatnya Pariwisata Bahari Dunia. Karena Kepri merupakan 96 persen laut yang diunggulkan dengan berbagai keindahahan pariwisata baharinya di tujuh kabupaten/kota yang ada di Kepri,” papar Guntur.

Sedangkan itu, Ibu Kota Provinsi Kepri, yakni Tanjungpinang, pihaknya akan menggalakan kembali kejayaan istana kota rebah. Selain itu mendorong pembangunan pelabuhan kapal yacht di Hulu Sungai Carang. Karena kawasan dari kawasan tersebut, keindahan wisata mangrove akan menjadi objek penjualannya.

“Ini yang perlu diselesaikan bersama-sama antara Pemerintah Daerah dengan pemerintah pusat. Iven festival bahari Kepri menjadi media promosi bagi keistimewaan pariwisata bahari di Provinsi Kepri,” ungkap Guntur.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra mengatakan, pengembangan destinasi wisata bahari dan budaya di Provinsi Kepri, perlu didukung dengan pembenahan dan pembangunan infrastruktur. Disebutkannya dalam kunjungan ke Kepri ini, pihaknya sangat takjub dengan keistimewaan Kepri.

“Dari hasil kunjungan spesifik yang kami lakukan di Kepri sebagai penyumbang kunjungan wisatawan nomor tiga setelah Jakarta dan Bali, perlu mendapat dukungan pengembangan destinasi, perbaikan infrastruktur serta pengembangan SDM, dalam meningkatkan pengelolaan pariwisataa,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, dari kunjungan yang dilakukan di kawasan wisata Kepri, Bintan misalnya merupakan destinasi wisata yang sangat luar biasa, khususnya dalam bidang wisata bahari dan budayanya, demikian juga daerah lain di Kepri. Masih kata Sutan, destinasi alam atau bahari menjadi andalan Kepri dengan kondisi wilayah yang 96 persen merupakan lautan.

“Hal ini sangat menjanjikan ke depan kalau sarana dan prasarana infrastrukturnya dilengkapi, khususnya dalam transportasi udara, laut dan darat dalam menuju lokasi wisata,” jelasnya.

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini juga mengatakan, bagaimana wisatawan asing masuk, kalau pesawat yang ada dari Jakarta yakni Garuda Indonesia hanya satu kali dalam satu hari dan atas hal ini, pembukaan akses transportasi udara, laut dan darat ke daerah kawasan wisata di Kepri perlu dibangun untuk memudahkan wisatawan luar negeri berkunjung.

“Kami DPR RI di komisi X akan terus mendorong pembangunan sarana dan prasarana infsrastruktur dalam mendorong pembangunan destinasi wisata sesuai dengan ?pengajuan pemerintah daerah Kepri,” tutupnya.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar