Polisi Tangkap 9 Anak SD dan SMP Karena Mencuri

1361
Pesona Indonesia
Kapolsek Kota Balai Karimun, Kompol Wisnu Edhi Sadono. foto:sandi/batampos
Kapolsek Kota Balai Karimun, Kompol Wisnu Edhi Sadono. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Sungguh memprihatinkan, 9 orang pelajar yang duduk di bangku SD dan SMP serta masih di bawah umur, ditangkap polisi pada Jumat (22/4) malam. Hal ini disebabkan anak-anak tersebut dilaporkan oleh M Arfan dan Togar Mahardika ke polisi dalam perkara pencurian.

”Dua orang korban tersebut melaporkan pada Jumat (22/4) sore karena rumah kontrakan yang ditempati oleh korban yang berada di Komplek Harapan Jaya Blok H, Kecamatan Karimun telah dibobol maling. Hal ini diketahui korban ketika baru pulang kerja dan mendapati barang-barang berharga di dalam kamar telah hilang. Seperti, dua unit laptop fujitsu dan Asus. Kemudian, dua unit ponsel masing-masing merek Asus dan Lenovo serta hardiks eksternal. Total kerugian mencapai Rp 25 juta,” ujar Kapolsek Kota Balai Karimun, Kompol Wisnu Edhi Sadono, Sabtu (23/4).

Dikatakan Kapolsek, korban sempat menanyakan kepada anak-anak yang tidak jauh berada di rumah kontarakan korban. Namun, tidak ada yang mengaku dan mengetahui. Akhirnya, masalah ini dilaporkan ke polisi. Lalu, pada malam hari anak-anak sebanyak 9 orang yang ada di sana dibawa ke kantor polisi. Setelah sampai di Mapolsek Kota, semuanya mengaku telah melakukan pencurian.

”Sembilan orang anak-anak tersebut berinisial Al, 13, Ke, 15, Aa, 15, Ar, 16, Tt, 13, Su, 12, Io, 13, Ai, 12 dan Fl, 12. Selain telah mengaku melakukan pencurian, kita akhirnya meminta agar barang bukti diserahkan. Dan, barang bukti tersebut masih ada disimpan di rumah salah satu pelaku. Dalam perkara ini, para pelaku masuk ke dalam rumah melalui jendela dan hal ini dilakukan selama dua kali. Yakni, pada siang dan sore hari,” papar Wisnu.

Dalam hal ini, lanjut Wisnu, dia sangat menyayangkan dan dan merasa miris melihat perilaku anak-anak yang masih sekolah dan berusia di bawah umur telah melakukan tindak kriminal. Untuk itu, dia menghimbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya ketika berada di rumah. Berikan perhatian kepada anak-anaknya. Khususnya, dengan siapa bermain, kemana bermain dan apa saja yang di bawa pulang.

”Jangan bersikap apatis dan tidak mau tahu. Karena, jika anak-anak sudah berada di rumah, maka mutlak menjadi tanggungjawab orang tua. Dalam hal ini, kita akan menyelkesaikan masalah ini dengan cara diversi atau tidak melalui proses peradilan. Kemudian, kita akan memanggil para orang tua, kepala sekolah, Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Nasional dan Badan Perlindungan Anak Kabupaten Karimun. Kita berharap kasus seperti ini tidak lagi terulang,” papar Kapolsek. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar