Setelah Jembatan Kuta-Belat, Pemprov Bangun Jembatan Moro-Jang

1116
Pesona Indonesia
Plt Gubernur kepri Nuridn Basirun dan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat peresmian jembatan penyeberangan Desa Pauh-Moro (Pamor). foto:polister/batampos
Plt Gubernur kepri Nuridn Basirun saat peresmian jembatan penyeberangan Desa Pauh-Moro (Pamor). foto:polister/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri kembali akan membangun jembatan penyeberangan di Kecamatan Moro. Setelah diresmikan jembatan penyeberangan Desa Pauh-Moro (Pamor), kembali akan dibangun jembatan Moro-Desa Jang.

Dibangunnya jembatan Moro-Desa Jang, ingin membuktikan kalau Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq segera menyuwudkan program konektivitas antarpulau di Bumi Berazam.

“Jembatan Kundur Utara (Kuta) menyeberang ke Belat dengan jarak 650 meter dan jembatan Moro menyeberang ke Desa Pauh (Pamor) berjarak 450 meter, sudah kita bangun. Kenapa tidak, jembatan Moro ke Desa Jang yang dalam perkiraan hanya berjarak 250 meter saja. Makanya, bangunan jembatan Moro-Jang adalah merupakan skala prioritas ke depan,” janji Rafiq disambut hangat masyarakat tempatan di sela peresmian pembangunan jembatan Pamor, Jumat (22/4) lalu.

Dikatakan, melihat geografis wilayah Kecamatan Moro, terdapat banyak pulau-pulau berseberangan laut. Memang masih banyak pulau yang perlu dirangkai dengan bangunan jembatan. Itu terlihat seperti Pulau Keban berseberangan dengan Desa Niurpermai (Pulau Sugie).

Tentu untuk mewujudkan merangkai hinterland itu sangat membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, untuk bangunan jembatan Moro-Jang, akan diupayakan dana APBD Karimun. “Yang proyek pembangunan jembatan dengan menelan biaya besar, tentu kita berharap dari APBD Provinsi Kepri,” kata Rafiq seraya melirik Nurdin Basirun.

Sementara masyarakat Desa Jang dan Keban menyambut positif dan gembira adanya wacana bangunan jembatan penyeberanga laut tersebut. Tentu hal ini akan lebih memperlancar arus lalu lintas jalan darat dengan biaya relatif murah bila dibandingkan biaya transportasi angkutan laut dari dan ke Moro sebagaimana.

“Pastinya, masyarakat Desa Pauh menyambut gembira jika memang jembatan Jang-Moro diwujudkan,” kata Idrus warga Desa Jang nada gembira. (pst/bpos)

Respon Anda?

komentar