Telan Anggaran Rp 37 M, Pusat Belum Setujui Pengerukan Alur Pelabuhan Berakit

439
Pesona Indonesia
Pelabuhan Tanjung Berakit, salah satu pelabuhan yang bakal menjadi pintu masuk wisman ke Bintan. foto:fatih/batampos
Pelabuhan Tanjung Berakit, salah satu pelabuhan yang bakal menjadi pintu masuk wisman ke Bintan. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI belum menyetujui perbantuan anggaran pengerukan alur tahap kedua di perairang Tanjungberakit, Teluk Sebong. Pendalaman alur guna mendukung pengoperasian Pelabuhan Internasional Tanjungberakit ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Setidaknya, diperlukan anggaran sebesar Rp 37 miliar untuk pengerukan alur sedalam lima meter, lebar 60 meter dan panjang 1,8 kilometer.

Kepala UPP Kanpel Kelas II Tanjunguban, Edi Sumarsono, membenarkan hal tersebut. “Barangkali karena pemerintah pusat sedang melakukan penghematan sampai Rp 50 triliun di APBN 2016. Sehingga kami di Dirjen Perhubungan Laut bisa terkena imbasnya,” terang Edi, kemarin.

Belum adanya kepastian mengenai pelaksanaan pengerukan alur ini berimbas pada ketidakpastian pengoperasian pelabuhan internasional yang menghubungkan Bintan dengan Johor Bahru, Malaysia. Padalah, pelabuhan di ujung utara Pulau Bintan ini merupakan harapan untuk membuka aksesibilitas Bintan lebih tinggi sehingga semakin diminati wisatawan mancanegara.

Edi juga belum bisa memastikan pelabuhan tersebut bisa dioperasikan tahun 2016. Ia juga tidak yakin tahun 2017 bisa dioperasikan, karena kepastian bisa dioperasikan setelah dilakukan pengerukan alur laut. “Kuncinya di pengerukan tahap kedua ini, kapan disetujui anggarannya oleh pemerintah pusat,” ujar Edi.

Pengerukan alur yang diajukan tahun ini merupakan kali kedua setelah pengerukan awal dengan APBN 2014 yang menelan anggaran sebesar Rp 33 miliar. Apabila dipaksakan pengoperasiannya tanpa pengerukan ulang, lanju Edi, membahayakan keselamatan penumpang. Lantaran lambung kapal bisa pecah bilamana menabrak alur dangkal berpasir.

Sebelumnya, Bupati Bintan Apri Sujadi menyatakan, pekerjaan rumah terakhir dari rangkaian panjang pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjungberakit ini adalah pengerukan alur. “Kalau bisa ya tak usah diulur-ulur. Karena kalau alurnya sudah beres, semua langsung bisa difungsikan,” ujarnya.

Karena sedari mula proyek pembangunan pelabuhan Tanjungberakit ini dibiayai Kementerian Perhubungan, penyelesaian teknis-teknis selanjutnya pun masih bersumber dari lumbung dana yang sama. Sehingga Apri berjanji semampu mungkin agar pendalaman alur bisa lekas digarap sebelum pertengahan tahun ini.

“Tugas pemerintah daerah kan memang begitu. Mengingatkan dan melobi. Saya akan ikut melobi langsung untuk ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, pembangunan pelabuhanini sudah dimulai sejak tahun 2010 dengan anggaran Rp10 miliar untuk pembangunan gedung induk dermaga dua lantai. Pembangunan ponton, dan pengaspalan. Di tahun 2011, dianggarkan Rp 5 miliar untuk pembangunan dinding penahan gelombang dan penimbunan tanah. Kemudian tahun 2012 Rp 3,9 miliar untuk pembuatan taman interior gedung, instalasi air conditioner (ac), dan supervisi.

Selanjutnya tahun 2014, Rp 33,1 miliar untuk pengerukan alur. Tahun 2015 Rp 7,6 miliar untuk rehabilitasi dan pembenahan ruangan. Termasuk membuat pagar keliling, papan nama pelabuhan. Total keseluruhan selama lima tahun telah menelan anggaran lebih dari Rp 60,5 miliar. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar