Telpon Tuntas Rusak Lagi, Warga Mentuda Kembali Terisolasi

396
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Jaringan telekomunikasi Telpon Tuntas Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, rusak lagi. Akibatnya, warga yang tinggal di sebelah barat lereng Gunung Daik tersebut tidak bisa berkomunikasi, berkabar maupun memperoleh informasi. Hal ini membuat desa semakin terisolir.

Abu, salah seorang warga dusun Pulon mengatakan, kondisi ini telah berlangsung sejak 3 bulan terakhir. Komunikasi warga terganggu. Padahal sedikit banyak, Telpon Tuntas yang biayanya bisa dua kali lipat alias lebih mahal cukup membantu masyarakat.

“Memang Telpon Tuntas ini mahal. Harga SMS maupun telpon bisa dua kali lipat. Tapi masih mending kita dapat informasi dan bisa memberi kabar kepada sanak saudara yang di luar. Sekarang 3 bulan rusak, tidak ada sinyal sama sekali,” ungkapnya.

Padahal kata Abu, letak geografis Desa Mentuda masih satu pulau dengan ibukota Kabupaten Lingga. Jaraknya hanya lebih kurang 10 kilometer. Namun, karena dibatasi oleh Gunung Daik yang tinggi, sehingga akses telekomunikasi tidak sampai ke desa mereka.

“Di Mentuda, Pulon tak ada sinyal, 12 tahun kami menunggu. Sekarang jalan tembus juga belum sampai ke sini. Akses satu-satunya ke ibukota kecamatan maupun kabupaten lewat laut. Informasi susah betul,” tambahnya.

Ia berharap, pemerintah segera mencarikan solusi terbaik. Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) Desa Mentuda, harapkan akses komunikasi maupun akses jalan yang lebih baik. Ia berharap, pemerintahan yang baru menjawab semua kebutuhan warga Mentuda yang kaya akan sumber daya alam (SDA), air terjun Jelutong sumber air terbesar di Kabupaten Lingga, agar segera di sentuh oleh pembangunan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar