Warga Resah, Gepeng dan Anak Punk Merambah ke Perumahan

1142
Pesona Indonesia
Anak punk dan gelandangan pengemis yang terjaring razia saat di Shelter Dinsos Sekupang Batam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
Anak punk dan gelandangan pengemis yang terjaring razia saat di Shelter Dinsos Sekupang Batam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta kelompok anak punk semakin menjamur di wilayah Batuaji dan Sagulung. Keluhan dari masyarakat pun berdatangan sebab sebagian dari kelompok gepeng dan anak punk itu mulai bertindak kasar saat meminta-minta di jalanan.

Tidak itu saja, bahkan warga di sejumlah perumahan dan kavling mulai resah sebab keberadaan anak punk sudah merambah hingga ke pemukiman warga. Mereka kerap membuat kegaduhan seperti bernyanyi keras-keras di malam hari dan mengajari anak-anak di perumahan untuk bergabung dengan mereka.

Perumahan di sekitar Marina, Simpang Basecamp hingga ke PJB dan Fanindo misalkan. Hampir setiap malam gerombolan anak punk itu menempati lahan atau gedung kosong untuk tempat nongkrong mereka. Mereka juga kerap memalak warga yang lewat jika sendirian.

“Biasanya mereka minta-minta sambil nyanyi gitu, tapi kalau kita sendirian paksa mereka, tak kasih motor kita dilemparin sama anak-anak itu,” ujar Hendra salah satu warga di kawasan Merlion, Marina.

Yang lebih parah lagi, kelompok anak punk tersebut kerap masuk ke perumahan dan mengajak anak-anak usia sekolah untuk bergabung dengan mereka. “Kemarin malam, sempat ribut kami, karena mereka (anak punk) masuk ke perumahan pakai motor yang knalpotnya ribut minta ampun, sudah begitu anak-anak di sini diajak untuk nongkrong sama mereka,” kata Hendra.

Saat ditegur warga, kelompok anak punk memberikan perlawanan dan mengancam akan melakukan tindakan anarkis jika ketemu warga yang melarang mereka di luar perumahan. “Jadi takut juga kami. Mereka ancam dan tandai muka kami, dan akan dikeroyok kalau jumpa di luar,” ujar Jaya warga lainnya.

Sementara untuk gepeng, terlihat mulai ramai simpang lampu merah (traffic lights) dan mulai meresahkan karena selain terkesan meminta secara paksa, para gepeng ini juga kerap berdiam di tengah jalan dan kerap menghambat arus lalu lintas. (eja)

Respon Anda?

komentar