Dari Barak Pulau Galang Sukses di Amerika

oleh Dahlan Iskan

667
Pesona Indonesia

galangdiKetika tiba di Kota Reno, Nevada, Amerika Serikat, saya memecahkan rekor saya sendiri: naik kereta api selama 25 jam. Dari Denver melewati pegunungan Rocky Mountain menuju Salt Lake City. Lalu sambung ke Reno melewati kota kecil di tengah padang savana Nevada yang maha luas: Leko.

Rekor lama saya: Surabaya-Jakarta. Lalu: Cologne-Berlin (satu malam). Lalu: Tokyo-Sapporo (satu malam). Lalu: Beijing-Chengzhou-Wuhan (satu malam). Tapi tidak ada yang sampai 25 jam.

Keluar dari stasiun kereta api Reno mata saya terbelalak: Vietnamese Restaurant, PH0 777. Langsung saya menelan liur. Alangkah sedapnya. Di saat lelah dan penat seperti ini langsung menyeruput kuah pho (baca: fe^) yang panas dan sedap.

Tentu saya harus mandi dulu. Dan menaruh kopor di hotel. Kebetulan hotel saya di depan Pho 777 itu. Atau lebih tepatnya Pho 777 itulah yang di depan hotel saya. Hotel Harrah. Yang di dalamnya ada casinonya. Atau ini casino Harrah. Yang di dalamnya ada hotelnya.

“Benar-benar sedap,” kata saya dalam hati. Mienya sintal. Dagingnya lembut. Diiris tipis. Tipis sekali. Banyak daging pho di tempat lain diiris terlalu tebal. Dan keras. Tiga jenis sambal Vietnamnya juga pas rasanya. Dan pedasnya. Hanya porsinya yang sangat besar. Porsi Amerika. Saya sudah memesan porsi yang paling kecil. Tetap saja masih terlalu besar.

“Sedap sekali,” kata saya pada orang yang berdiri di tempat pembayaran. Pasti ini orang Vietnam. Kelihatan dari wajahnya. Umurnya sekitar 60 tahun.

“Dari mana?” tanyanya.

“Indonesia.”

“Saya tahu. Maksud saya dari kota apa?”

“Kok tahu saya dari Indonesia?”

“Saya pernah tinggal di Indonesia.”

“Di mana?”

“Di Pulau Galang”

Wow!

Nama orang itu Nguyen Vin. Umurnya sekitar 60 tahun. Bahasa Inggrisnya masih berlogat Vietnam.

Saya pun minta agar dia bercerita mengapa pernah tinggal di Pulau Galang, di Batam itu.

Dialah salah satu penghuni barak pengungsi di Pulau Galang. Waktu itu umurnya 20 tahun. Saat Amerika kalah perang di Vietnam 1975 Nguyen ngeri pada komunis. Yang jadi penguasa baru di Vietnam. Dia melarikan diri. Ikut naik perahu. Tidak punya tujuan. Akhirnya terdampar di Karimun.

Sulit sekali dia menyebutkan dengan benar nama Karimun. Dari berbagai bunyi yang dia coba ucapkan saya tebak: Karimun. Wajahnya pun berbinar.

“Benar. Kelimun,” katanya.

Tidak lama di Karimun dia ke Tanjungpinang. Pengucapan Tanjungpinang nya sangat benar. Hanya pelo sedikit. Mungkin karena sempat dua bulan di Tanjungpinang.

Dari Tanjungpinang barulah disuruh menyatu di Pulau Galang. Di sebuah barak pengungsian. Bersama lebih 100.000 pengungsi Vietnam lainnya.

Dua tahun Nguyen di Pulau Galang. Hidup dari bantuan. Dan cocok tanam sayur di sekitar barak. Lalu mereka diproses menuju Amerika. Lewat Singapura dan Hawaii. Atas turun tangannya pemerintah Amerika.

Di AS pada awalnya Nguyen tinggal di Texas. Untuk meneruskan sekolah. Lalu ke California. Bekerja. Serabutan. Berbagai pekerjaan kasar dan kotor dia lakukan. Nguyen mengaku: saya kerja 18 jam sehari. Untuk bisa hidup. Dan menabung. Menabung dan menabung.

Kini penderitaan itu dia ceritakan dengan bangga. Baik penderitaan terapung di laut, di barak pengungsian maupun di pekerjaan serabutan. Semua itu sudah masa lalu.

Saat tabungannya cukup, dia pulang ke Vietnam. Mengawini gadis yang dicintainya. Juga untuk belajar. Kali ini belajar masakan Vietnam. Dia bertekad membuka restaurant Vietnam di AS.

Laris. Sukses.

Akhirnya dia membeli tempat yang besar ini. Di lokasi yang sangat strategis ini. Di pusat kota Reno. Paling pusat. Di seberang Harrah yang begitu megah.

Pagi siang malam saya makan di sini. Ingin merasakan semua: phonya, nasi goreng udangnya, lumpianya, sop beningnya.

Saya memang punya waktu satu hari di Reno. Sebelum keesokan harinya menuju lokasi penting: proyek pembangunan pabrik terbesar di dunia. Luas pabrik itu 1 juta hektar. Akan memproduksi baterai untuk mobil listrik Tesla.

Malam itu restaurant Pho777 bukan  main penuhnya. Sampai antre panjang di trotoar. Benar-benar mesin uang. Nguyen punya mesin uang. Sekarang ini.

Tahun 1977-79 Nguyen penghuni barak pengungsi di Pulau Galang. Tahun 2016 Nguyen jadi bos mesin uang di Reno, di Amerika Serikat. ***

Respon Anda?

komentar