Beredar Isu Bakso Berformalin dan Boraks, Disperindag Koordinasi dengan BPOM

903
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disparekraf) Kota Tanjungpinang akan berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, menyusul beredarnya surat uji┬ásurvailans keamanan pangan bahan asal hewan oleh Balai Veteriner Bukittinggi No. 04009/PK.310/F4.B.1/04/2016 yang dikeluarkan pada 4 April 2016, dan menyatakan bakso daging sapi di lima rumah makan yang ada di Kota Tanjungpinang positif mengandung formalin dan boraks.

“Kami harus berkoordinasi dahulu, karena kami belum menerima laporan dari pihak yang melakukan pengujian,” ujar Kabid Perdagangan Disperindag Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, Senin (25/4)

Saat ini beredar di media sosial, surat uji dari Balai Veteriner Bukittinggi yang melakukan uji laboratorium kepada lima rumah makan yang ada di Kota Tanjungpinang. Tapi, pihak Balai Veteriner maupun instansi setempat tidak pernah berkomunikasi dengan Disperindag Kota Tanjungpinang. “Belum lagi balai itu tidak di Tanjungpinang, dan berada di luar Provinsi Kepri,” ujarnya.

Seharusnya, kata Teguh, kendati itu adalah hasil uji laboratorium, pihak lain wajib melapor ke instansi setempat, yang berkaitan langsung dengan persoalan tersebut.

Disperindag selaku dinas yang berkaitan dengan perlindungan konsumen, kata Teguh, akan meminta hasil uji laboratorium tersebut. “Untuk memastikan kebenarannya,” ujar Teguh.

Menyikapi itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak akan menelan mentah-mentah informasi yang beredar. “Instansi terkait akan saya minta untuk menelusuri itu,” ujarnya.

Lis mengatakan, tidak ingin informasi yang beredar ternyata salah, dan berimbas terhadap usaha rumah makan bersangkutan. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar