Dua Kelompok Massa Unjuk Rasa di Kantor Gubernur, Tuntut Plt Sekda Mundur

482
Pesona Indonesia
Plt Gubkepri Nurdin Basirun menemui pengunjuk rasa saat demo di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (25/4).  foto:yusnadi/batampos
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun menemui pengunjuk rasa saat demo di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (25/4). foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Dua kelompok massa melakukan demo di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Unjuk rasa yang mengatakan namakan Barisan Sani-Nurdin (Sanur) menuntut Plt Sekda Kepri Reni Yusneli, mundur dari jabatannya. Sedangkan massa dari Gerakan Masyarakat Kepri meminta Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun memecat ASN Pemprov Kepri, Said Haris Yakob, karena dituding sebagai provokator.

“Kami meminta Plt Sekda Kepri, Reni Yusneli turun dari jabatannya. Karena laporan yang dibuat ke polisi tanpa berkoordinasi dengan pimpinan, sudah melanggar etika ASN,” ujar Bambang, Koordinator Aksi dari Barisan Sani-Nurdin (Sanur) dalam orasinya.

Dengan mengusung spanduk yang bertuliskan meminta Plt Sekda Kepri, Reni Yusneli turun dari jabatannya. Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Tanjungpinang. Bahkan, Kantor Gubernur Kepri sampai “dikepung” kawat berduri milik polisi.

Setelah menyampaikan orasi, beberapa menit kemudian, Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun datang menemui pendemo. Dalam kesempatan itu, Nurdin mengatakan dirinya sangat membutuhkan kerjasama semua pihak untuk membangunan Provinsi Kepri. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi media pembelajaran bagi dirinya.

“Yang jelas, kita harus bersama-sama membangunan Provinsi Kepri ini, sesuai dengan mimpi-mimpi almarhum (Muhammad Sani, red). Karena saya tidak bisa bekerja sendiri, tentu mengharapkan kerja sama semua pihak,” papar Nurdin kepada para demonstran.

Setelah selesainya aksi unjuk rasa, sekitar pukul 09.30 WIB, demo dari barisan yang mengatakan namakan Gerakan Masyarakat Kepri yang dipimpin oleh Andi Cory Fatahudin datang. Dalam aksinya mereka mendukung penuh kepimpinan Nurdin Basirun sebagai Plt Gubernur Kepri.

“Kami mendukung jalannya pemerintahan Provinsi Kepri di bawah kepemimpinan Plt Gubernur Kepri. Kami juga akan mengawal pembangunan daerah sesuai dengan rencana yang telah disusun,” ucap Andi Cory dalam orasinya.

Dalam aksi puluhan orang tersebut, Cory juga meminta Nurdin Basirun untuk tidak termakan dari provokasi dari pihak manapun. Cory juga menuding, tidak kondusifnya Pemprov Kepri adalah disebabkan ulah Said Haris Yakob yang selalu membuat kekacauan.

“Kami minta Said Haris yang juga ASN dipecat dari jabatannya. Karena dia sering membuat kekacauan di lingkungan Pemprov Kepri ini,” sebut Cory.

Beberapa menit berlangsungnya aksi, Nurdin Basirun juga datang menjumpai pendemo. Hal yang sama juga dikatakan Nurdin. Bahkan, Nurdin menawarkan untuk berdialog bersama di ruangan kerjanya. Namun tawaran tersebut, tidak diterima pihak pendemo.

“Yang jelas saya akan bekerja secara profesional. Dalam bekerja saya juga tidak akan menerobos undang-undang,” tegas Mantan Bupati Karimun tersebut. Setelah mendengarkan penjelasan Nurdin, pendemo akhirnya membubarkan diri. Dan bersalam-salaman dengan Plt Gubernur Kepri tersebut.

Sekitar satu jam setelah selesainya unjuk rasa tersebut, karena aksi dukung mendukung, anggota dari pendemo nyaris terlibat adu jotos. Beruntung kejadian tersebut cepat dilerai oleh pihak kepolisian yang masih siaga di Kantor Gubernur.

Adapun mereka yang nyaris adu jotos adalah Andi Arief Rate alias Iif dengan seorang yang menyebut dirinya bernama Hari dan mengaku pembela Plt Sekda Reni Yusneli dari Batam.

Keduanya nyaris adu jotos di depan kantin komplek Kantor Gubernur Kepri. Kejadian itu dipicu ketika Iif memberikan keterangan pada sejumlah wartawan yang mewawancarainya di depan kantin Kantor Gubernur Kepri.

Dalam pernyataanya pada sejumlah wartawan, dia mengucapkan kata-kata yang tak pantas terhadap Plt Sekda Kepri Reni Yusneli. Mendengar perkataan Iif tersebut, dua orang yang merupakan massa Gerakan Masyarakat Kepri, serta mengaku orangnya Reni Yusneli, saat itu langsung menyela dan menegur serta memperingatkan atas ucapannya, dengan bahasa menantang.

Mendengar bahasa orang tersebut, Iif yang saat itu diwawancara wartawan, balik menantang dan kemudian adu mulut di antara keduanya yang nyaris berujung ke adu jotos. Melihat kejadian tersebut, pihak kepolisian cepat bertindak dengan meleraikan.

Mendengarkan adanya cekcok tersebut, Andi Cory bersama sejumlah massa kembali mendatangi lokasi. Bahkan, mereka sempat membuat kegaduhan di Kantin Kantor Gubernur Kepri, sambil mencak-mencak mencari Said Haris. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar