Interkoneksi Listrik Batam-Bintan Tak Rampung Hukum Bicara

607
Pesona Indonesia
Ilustrasi interkoneksi listrik.
Ilustrasi interkoneksi listrik.

batampos.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Andar Perdana Widiastono memberikan ultimatum kepada PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) II untuk segera menyelesaikan proyek interkoneksi listrik Batam-Bintan 150 mega watt (MW). Apabila pada bulan Juli mendatang tidak rampung, maka akan diproses secara hukum.

“Ya memang, karena mandek pembangunannya, kami sudah melakukan penyelidikan utuk mengetahui apa penyebabnya,” tegas Andar dalam konfrensi pers kepada media bersma Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan PLN (perssero) di Lantai IV Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (26/4).

Disebutkannya Perintah Penyelidikan sudah diturunkan. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan untuk mengetahui persolan di lapangan. Karena infrstruktur listrik adalah untuk kepentingan umum dan menyangkut kesejahteraan masyarakat. Atas dasar itulah, pihaknya melakukan penyelidikan. Diungkapkannya, sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya kerugian negara.

“Interkoneksi sudah myambung sudah dari Batam ke Bintan. Selain itu juga belum ada ditemukan kerugian negara,” sebut Andar.

Masih kata Andar, ditunda oleh PLN kendala klasik adalah masalah lahan. Karena proses pembebasan lahan tidak mudah. Selain melakukan musyawarah, juga sudah dilakukan proses konsinyasi di Pengadilan Negri. Ia juga menegaskan, deadline waktu yang diberikan kepada PLN, hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan proyek tersebut.

“Kami akan selalu memberikan pendampingan. Karena kami menyadari kalau listrik adalah pembangunan strategis untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya lagi.

Disinggung apakah ada rencana melakukan penghentian penyelidikan pulbaket yang dilakukan. Terkait hal itu, Andar mengatakan ada arah kesana. Akan tetapi, apabila tidak selesai pada bulan Juli mendatang, maka ceritanya akan berbeda.

“Bisa saja kita cerai dengan PLN, meskipun sudah terikat pada sistem TP4D,” tegasnya.

General Manager PLN UIP II, Jurlian Sitanggang mengatakan ada beberapa persoalan yang menghambat proses pekerjaan interkoneksi listrik ini. Persoalan lahan menjadi persoalan utama, sehingga belum selesai pembangunan.

“Kami akan memaksimalkan pada penambahan waktu kerja ini, proses interkoneksi selesai pada Juli nanti,” tegas Jurlian.

Sementara itu, Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menambahkan, interkoneksi secara teknis merupakan tanggungjawab PLN. Akan tetapi secara moral merupakan tanggungjawab bersama. Ia berharap masyarakat yang lahannya terkena dampak untuk bermurah hari dalam mendukung pembangunan ini.

“Tentu kebaikan yang akan kita lakukan akan ada pahalanya. Apalagi ini untuk kepentingan bersama dan keaejahteraan bersama juga tentuny,” ujar Nurdin menambahkan.(jpg)

Respon Anda?

komentar