Kasus Pencurian yang Melibatkan Anak SD dan SMP Didiversi

520
Pesona Indonesia
Rapat membahas diversi anak-anak pelaku  pencurian di mapolsek Kota Karimun. foto:sandi/batampos
Rapat membahas diversi anak-anak pelaku pencurian di mapolsek Kota Karimun. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Polsek Karimun, melakukan pertemuan dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Nasional, Badan Perlindungan Anak Kabupaten Karimun, para kepala sekolah, guru, RT, kuasa hukum dan para orang tua dari anak-anak yang melakukan tindak kriminal melakukan pertemuan untuk membahas diversi terhadap 9 orang anak yang melakukan pencurian, Senin (25/4) .

”Kita sudah membahas dengan pihak-pihak yang terkait. Intinya, proses hukum terhadap 9 orang anak yang melakukan pencurian di rumah kontarakan M Arfan dan Togar Mahardika dihentikan. Penghentian ini sudah disetujui oleh korban sekaligus pelapor. Meski demikian, anak-anak yang terlibat melakukan tindak pidana kriminal sudah diputuskan untuk mendapatkan pembinaan yang dilakukan oleh bapas selama beberapa bulan,” ujar kapolsek Kota Balai Karimun, Kompol Wisnu Edhi Sadono.

Pembinaan yang akan dijalani oleh 9 orang anak tersebut, kata Kapolsek, bukan dilakukan di Kantor Polisi. Melainkan, dilakukan di suatu tempat dekat dengan tempat tinggal anak-anak tersebut. Pembinaan yang dilakukan ini tentunya untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada anak-anak itu sendiri agar tidak melakukan tindak kriminal dimasa mendatang.

”Selain itu, dari pertemuan dengan para orang tua anak-anak juga saya menyampaikan agar orang tua harus bertanggungjawab terhadap anaknya ketika berada di luar lingkungan sekolah. Artinya, selain anak tersebut sudah mendapatkan pendidikan di sekolah, di rumah juga harus mendapatkan perhatian dan bimbingan dari orang tua. Ini salah satu hal yang dapat mencegah anak untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas pada usia dini,” paparnya.

Soal ganti rugi, kapolsek menyebutkan, memang selain perkaranya didiversi atau tidak dilanjutkan ke proses hukum, juga ada pembayaran ganti rugi. ”Pembayaran ganti rugi ini disebabkan adanya kerusakan yang timbul dari perbuatan 9 orang anak tadi. Dan, tentunya pembayaran ganti rugi dibicarakan antara masing-masing orang tua. Dari peristiwa ini dapat diambil pelajaran, bahwa orang tua jangan menggantungkan pembinaan anak hanya pada sekolah.Tapi juga peran aktif orang tua dan keluarga sangat perlu membina anak agar menjadi lebih baik,” terangnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar