Kemenag Bintan Taja MTQ Khusus Mualaf

356
Pesona Indonesia
Kepala Kankemenag Bintan, Erizal Abdullah foto bersama para mualaf yang mengikuti MTQ di Kantor Kemenag Bintan. foto:harry/batampos
Kepala Kankemenag Bintan, Erizal Abdullah foto bersama para mualaf yang mengikuti MTQ di Kantor Kemenag Bintan. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bintan menaja Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) perdananya, Senin (25/4). Menariknya peserta yang mengikuti kegiatan ini bukan berasal dari perwakilan setiap kecamatan melainkan dari para mualaf asal Bintan.

“Sebanyak 33 mualaf ikut MTQ yang kita taja. Mereka sangat antusias mengikutinya,” ujar Kepala Kankemenag Bintan, Erizal Abdullah usai menyaksikan perlombaan MTQ tersebut.

Dalam perlombaan ini, lanjutnya, peserta akan diuji kemampuan dan pengetahuannya mengenai ajaran agama Islam dalam lima kategori yang sudah ditentukan oleh Kemenag Bintan. Salah satunya berpidato tanpa teks sekitar 10-15 menit untuk menjelaskan pengetahuannya mengenai agama Islam. Kemudian khusus peserta mualaf laki-laki juga uji keahliannya dalam mengumandangkan suara azan atau muazim. Untuk azan yang diuji nantinya adalah azan subuh yang lengkap dengan doa qunutnya. Setelah itu mereka juga akan mengikuti lomba cerdas cermat, pidato keagamaan dan beberapa perlombaan lainnya.

“Mualaf yang berhasil juara nantinya akan dikirim untuk ikut bertanding kembali di tingkat provinsi. Karena Kanwil Kemenag Kepri juga menajaa acara yang sama Mei mendatang,” jelasnya.

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengaku MTQ bagi kalangan mualaf yang ditaja Kankemenag Bintan sangat menajubkan. Karena kegiatan ini merupakan sebuah gagasan baru bahkan tak pernah terlintas dalam penyusunan program pemerintahan yang dicanangkannya bersama Bupati Bintan, Apri Sujadi dalam Kabinet Bintan Gemilang.

“Kami sangat mendukung dengan kegiatan ini. Kita berjanji akan menjadikan perlombaan MTQ bagi kalangan mualaf sebagai agenda rutin setiap tahunnya oleh Pemkab Bintan,” katanya,

Sementara, Sarinah yang merupakan mualaf asal Desa Tembeling mengaku ingin membuktikan dirinya memiliki wawasan dan pengetahuan tentang ajaran agama Islam yang sama dengan umat lainnya. Bahkan dengan mengikuti MTQ inilah ilmu yang ia dapat sejak menjadi mualaf bisa tersalurkan bahkan bisa menjadi manfaat bagi orang banyak.

“Mencobakan tidak ada salahnya. Tapi saya yakin bisa. Karena keyakinan saya tidak sekedar dengan keberanian saja tetapi dengan pengetahuan yang dipelajari selama ini,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar